Mengenal Jojorong, Jajanan Tradisional Khas Banten
- 19 Jan 2026 15:51 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Banten tidak hanya dikenal dengan kekayaan sejarah dan budayanya, tetapi juga ragam kuliner tradisional yang masih lestari hingga kini. Salah satunya adalah jojorong, kue basah ini memiliki cita rasa yang manis dan gurih berpadu dengan tekstur yang lembut.
Jojorong terbuat dari bahan-bahan sederhana seperti tepung beras, santan, dan gula aren. Adonan tepung beras dicampur santan dan sedikit garam hingga rata, kemudian dituangkan ke dalam wadah dari daun pisang yang dibentuk menyerupai mangkuk kecil.
Menurut pelaku UMKM kuliner tradisional asal Kabupaten Serang, Siti Rohmah menyampaikan pembuatan jojorong harus memperhatikan perbandingan santan dan tepung agar teksturnya tetap lembut. Ia menuturkan, penggunaan gula aren asli juga akan menentukan cita rasa jojorong. “Kalau gulanya bagus, rasa manisnya lebih legit dan tidak pahit. Itu yang membedakan jojorong tradisional dengan yang sudah dimodifikasi. Nantinya gula aren ditaruh di bagian tengah jojorong.” ujarnya saat ditemui, Senin,19 Januari 2026.
Proses pemasakan jojorong dilakukan dengan cara dikukus selama kurang lebih 20 hingga 25 menit hingga adonan mengental sempurna. Saat matang, gula aren di bagian tengah akan meleleh dan memberikan sensasi manis yang khas ketika disantap. Aroma daun pisang yang digunakan sebagai pembungkus turut menambah cita rasa alami pada kue tradisional ini.
“Enaknya (jojorong) dimakan dalam keadaan dingin, karena teksturnya menjadi lebih padat dan rasa manis dari gula aren terasa lebih meresap, sehingga memberikan sensasi segar dan legit saat disantap,” ujarnya.
Jojorong bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari tradisi masyarakat Banten yang diwariskan secara turun-temurun. Rohmah berharap generasi muda tetap mengenal dan mau mempelajari cara pembuatannya agar kuliner tradisional ini tidak tergerus oleh perkembangan makanan modern.