Lima Kelompok Sebaiknya Hindari Pepaya
- 11 Mar 2026 02:30 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Pepaya dikenal sebagai buah tropis yang kaya manfaat bagi kesehatan. Buah ini mengandung vitamin C serta enzim papain yang dapat membantu melancarkan pencernaan dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Namun demikian, tidak semua orang dianjurkan untuk mengonsumsi pepaya secara bebas. Pada kelompok tertentu, buah ini justru dapat memicu efek samping yang berpotensi mengganggu kesehatan jika dikonsumsi tanpa memperhatikan kondisi tubuh.
Dilansir dari Times of India, terdapat beberapa kelompok orang yang disarankan untuk membatasi bahkan menghindari konsumsi pepaya demi menjaga kesehatan.
Kelompok pertama adalah ibu hamil. Konsumsi pepaya yang masih mentah atau setengah matang tidak dianjurkan terutama pada trimester awal kehamilan. Pepaya muda diketahui mengandung lateks serta enzim papain dalam kadar tinggi yang dapat merangsang kontraksi rahim dan berisiko memicu persalinan dini atau keguguran.
Kelompok berikutnya adalah penderita gangguan irama jantung. Pepaya mengandung senyawa sianogenik yang dalam jumlah kecil umumnya tidak berbahaya, tetapi pada penderita penyakit jantung dapat menimbulkan efek yang lebih sensitif. Selain itu, konsumsi berlebihan juga dikhawatirkan dapat berinteraksi dengan obat-obatan jantung tertentu.
Pepaya juga perlu diwaspadai oleh penderita Hipotiroidisme. Buah ini mengandung senyawa goitrogen yang berpotensi menghambat penyerapan yodium oleh kelenjar tiroid. Kondisi tersebut dapat memengaruhi produksi hormon tiroid dan memperburuk gejala penyakit seperti mudah lelah dan kenaikan berat badan.
Selanjutnya adalah orang yang rentan mengalami batu ginjal. Kandungan vitamin C dalam pepaya memang bermanfaat bagi tubuh, tetapi jika dikonsumsi berlebihan dapat berubah menjadi oksalat. Zat ini berpotensi membentuk kristal kalsium oksalat yang menjadi salah satu penyebab utama batu ginjal, sebagaimana dijelaskan oleh National Kidney Foundation.
Kelompok terakhir adalah individu yang memiliki alergi terhadap lateks. Pepaya diketahui memiliki struktur protein yang mirip dengan protein pada lateks, sehingga dapat memicu reaksi alergi pada orang yang sensitif. Gejala yang muncul bisa berupa gatal, ruam kulit, bersin, hingga pembengkakan pada wajah dan tenggorokan.
Karena itu, masyarakat disarankan untuk lebih memahami kondisi kesehatan masing-masing sebelum mengonsumsi pepaya secara rutin. Jika memiliki kondisi tertentu, berkonsultasi dengan tenaga medis dapat menjadi langkah bijak untuk mencegah risiko kesehatan yang tidak diinginkan.
Catatan redaksi: Artikel ini disusun dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan oleh redaksi.