Manfaat Konsumsi Kurma untuk Mencegah Lemas saat Puasa
- 28 Feb 2026 23:10 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Bulan Ramadan selalu identik dengan tradisi berbuka puasa menggunakan kurma. Kebiasaan ini bukan hanya bernilai ibadah dan mengikuti anjuran sunnah, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang signifikan, khususnya dalam membantu mencegah rasa lemas setelah berpuasa seharian penuh. Setelah menahan lapar dan haus sejak terbit fajar hingga waktu maghrib, tubuh mengalami penurunan kadar gula darah yang kerap menimbulkan gejala seperti lemas, pusing, sulit berkonsentrasi, bahkan gemetar ringan. Dalam kondisi tersebut, tubuh memerlukan asupan yang mampu mengembalikan energi dengan cepat namun tetap aman bagi sistem pencernaan.Kurma dikenal luas sebagai buah yang kaya akan gula alami, terutama glukosa, fruktosa, dan sukrosa. Ketiga jenis gula ini termasuk karbohidrat sederhana yang relatif mudah dan cepat diserap oleh tubuh. Ketika seseorang berbuka dengan kurma, gula alami tersebut segera memasuki aliran darah dan membantu menaikkan kadar glukosa yang sebelumnya menurun akibat puasa. Peningkatan ini penting karena glukosa merupakan sumber energi utama bagi otak dan sel-sel tubuh. Tanpa pasokan glukosa yang memadai, fungsi kognitif dapat terganggu dan tubuh terasa lemah. Oleh sebab itu, mengawali berbuka dengan kurma memberikan efek pemulihan energi yang cepat sekaligus terkontrol.
Meskipun rasanya manis, kurma tidak serta-merta menyebabkan lonjakan gula darah yang ekstrem apabila dikonsumsi dalam jumlah wajar. Hal ini karena kurma juga mengandung serat pangan yang cukup tinggi. Serat berperan memperlambat proses penyerapan gula di usus, sehingga peningkatan kadar gula darah terjadi secara bertahap. Mekanisme ini membantu mencegah fluktuasi tajam yang dapat menimbulkan rasa lemas kembali setelah beberapa saat. Kurma juga mengandung vitamin B6 yang berperan dalam metabolisme protein dan produksi neurotransmiter di otak. Peran ini tidak dapat dianggap sepele, karena selama berpuasa seseorang tidak hanya dituntut untuk menahan lapar dan haus, tetapi juga tetap produktif dalam bekerja, belajar, dan beribadah. Asupan nutrisi yang mendukung fungsi otak membantu menjaga konsentrasi dan kestabilan suasana hati.
Dengan mengonsumsi kurma saat berbuka, tubuh memperoleh tambahan kalium yang membantu memulihkan keseimbangan tersebut. Magnesium dalam kurma turut mendukung proses metabolisme energi dan fungsi saraf, sementara zat besi berkontribusi dalam pembentukan hemoglobin yang membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Oksigen yang cukup sangat penting agar sel-sel dapat menghasilkan energi secara optimal. Selama puasa, tubuh kehilangan cairan melalui keringat dan aktivitas harian, sehingga keseimbangan elektrolit bisa terganggu. Kekurangan kalium dapat menyebabkan kelelahan, kelemahan otot, bahkan kram. Oleh karena itu, konsumsi kurma berpotensi memberikan dampak positif tidak hanya pada stamina fisik, tetapi juga pada kondisi mental dan emosional. Selain kandungan karbohidrat dan seratnya, kurma juga menyimpan berbagai mineral penting yang mendukung fungsi tubuh selama Ramadan. Kalium, misalnya, berperan dalam menjaga keseimbangan cairan dan fungsi otot.