Ikan Sapu-Sapu Jadi Menu Santapan di Negara Ini
- 11 Mar 2026 19:39 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Ikan sapu-sapu selama ini sering dianggap sebagai ikan pengganggu di sungai maupun perairan tawar. Banyak orang mengenalnya sebagai ikan pembersih akuarium yang kerap merusak ekosistem jika populasinya terlalu banyak. Namun siapa sangka, di beberapa negara ikan ini justru dimanfaatkan sebagai bahan makanan.
Dilansir dari berbagai sumber kuliner internasional seperti National Geographic serta laporan pangan dari Food and Agriculture Organization (FAO), ikan sapu-sapu atau yang dikenal sebagai pleco ternyata dikonsumsi masyarakat di beberapa negara karena dianggap memiliki nilai gizi dan mudah ditemukan.
Di Meksiko, ikan sapu-sapu dikenal dengan sebutan pez diablo atau “ikan iblis”. Ikan ini kerap diolah menjadi berbagai hidangan seperti sup ikan, ikan bakar, hingga campuran dalam taco. Pemanfaatan ikan ini juga menjadi salah satu cara masyarakat setempat untuk mengendalikan populasinya yang cukup banyak di perairan.
Sementara itu di beberapa wilayah Amerika Selatan, seperti Brasil dan Venezuela, ikan sapu-sapu juga mulai dimanfaatkan sebagai sumber protein alternatif. Masyarakat mengolahnya dengan cara digoreng atau dimasak dalam kuah berbumbu khas daerah setempat.
Meski demikian, para ahli menyebutkan bahwa pengolahan ikan sapu-sapu perlu dilakukan dengan benar. Hal ini karena ikan tersebut memiliki kulit yang cukup keras serta bagian tubuh tertentu yang perlu dibersihkan dengan baik sebelum dimasak.
Selain sebagai bahan pangan, pemanfaatan ikan sapu-sapu juga dinilai dapat membantu mengurangi dampak ekologis dari populasi ikan tersebut di sejumlah perairan. Di beberapa wilayah, ikan ini bahkan dianggap sebagai spesies invasif yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem.
Dengan pengolahan yang tepat, ikan sapu-sapu tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan, tetapi juga menjadi salah satu upaya pengendalian populasi di alam. Hal ini menunjukkan bahwa ikan yang sering dianggap hama ternyata dapat memiliki nilai manfaat bagi masyarakat.