Menyusuri Budaya Jogja, Yanuwar: Kota Ini Istimewa Banget
- 16 Nov 2025 13:57 WIB
- Batam
KBRN, Yogyakarta: Nuansa budaya Jawa yang kental menjadi alasan utama Archipelago Group Region Batam memilih Yogyakarta sebagai lokasi gelaran Media Connect 2025 bertajuk one connection, endless stories”.
Kota pelajar itu disebut menawarkan pengalaman budaya yang tak bisa digantikan destinasi lain.
Cluster General Manager, Yanuwar Dedy, mengatakan Jogja dipilih karena keistimewaannya, mulai dari kuliner, tarian, tradisi, hingga suasana keseharian masyarakat yang sarat nilai budaya.
“Entah kenapa saya cinta banget sama kota ini. Yogyakarta itu kota budaya, dan saya ingin teman-teman media bisa refresh sekaligus mengenal budaya dari kota lain,” kata Yanuwar kepada RRI di Resto Ndalem Joyokusuman, Kraton, Jumat malam (14/11/2025).
Jogja, Kota dengan Atmosfer yang Tak Dimiliki Kota Lain dinilai menjadi daya tarik yang membuat kota ini begitu “hidup”.
“Jogja itu istimewa banget. Atmosfernya beda. Bukan berarti kota lain nggak bagus, tapi Jogja memang luar biasa,” tegasnya.
Ia menyebut pemilihan Jogja bukan hanya soal tempat yang nyaman, melainkan kesempatan memperkenalkan kekayaan budaya kepada insan media Batam yang selama ini banyak berinteraksi dalam konteks pekerjaan.
“Kita ingin hubungan ini nggak hanya berhenti di kantor atau di Batam saja, tapi juga tumbuh lewat pengalaman baru seperti ini,” katanya.
Dari Jemparingan Sampai Sendratari Ramayana
Rangkaian Media Connect 2025 yang berlangsung 13–16 November 2025 memang dirancang untuk membawa peserta masuk ke “ruang budaya” Jogja.
Pada Jumat (14/11/2025), peserta diajak menyelami budaya otentik di Omah Kecebong, Sleman.
Di sana, rombongan ikut olahraga tradisional Jemparingan, belajar membatik, mengenakan busana adat Jawa, hingga menikmati makan siang khas pedesaan.
Malam harinya, suasana budaya makin terasa saat peserta menghadiri santap malam resmi di resto bernuansa keraton.
Sebelum makan, tamu disambut dengan penampilan drama Ramayana, kisah klasik Rama dan Shinta yang dituturkan lewat tari dan musik gamelan Jawa.
Resto tersebut bahkan tercatat pernah menyajikan hidangan untuk keluarga Sri Sultan Yogyakarta.
Yanuwar menegaskan bahwa Media Connect 2025 bukan sekadar jalan-jalan, tetapi ruang memperkuat kedekatan manajemen hotel dan media yang selama ini menjadi mitra penting.
“Intinya kami ingin menjalin silaturahmi. Kerja sama kita sepanjang tahun ini luar biasa, dan itu anugerah besar buat kami,” ujarnya.
Ia juga melibatkan seluruh properti Archipelago Group Region Batam agar hubungan antar-hotel dan media semakin erat.
Rangkaian acara media gathering ini merupakan kolaborasi dari 5 hotel milik Archipelago, yaitu Aston Batam Hotel & Residence, Aston Inn Gideon Batam, Aston Nagoya City Hotel, Fave Hotel Nagoya Batam, Harper Premier Nagoya Batam.
“terus terang, tanpa media, kami tidak ada apa-apanya. Jadi kami sangat bersyukur bisa bermitra dengan jurnalis Batam,” tambahnya.
Padat Kegiatan, Komitmen Tetap Sama
Meski hanya bisa mengikuti sebagian agenda karena baru selesai menghadiri acara Media Conference di Jakarta selama 5 hari, Yanuwar memastikan komitmen manajemen untuk memberikan pengalaman terbaik tetap menjadi prioritas.
Ia berharap seluruh peserta bisa menangkap esensi dari perjalanan kali ini yaitu kebersamaan dan pembelajaran lewat budaya.
“Kami ingin kerja sama ini tidak ada selesainya. Selama bisa maju bersama, itu sudah cukup,” tutupnya.
Puncak kegiatan rangkaian Media Connect 2025 ini di isi dengan perjalanan ke Gamplong, Studio Alam Sleman, Sabtu pagi (15/11/2025).
Destinasi wisata ini terletak di Sleman, Yogyakarta, tepatnya di Desa Gamplong, Kecamatan Moyudan.
Tempat ini, para peserta media akan dibawa ke lokasi syuting film seperti Bumi Manusia dan Sultan Agung, dan sekarang dibuka untuk umum sebagai wisata edukasi dan tempat hangout dengan banyak spot foto bertema sejarah dan film.
Siangnya, rombongan menikmati santapan makan siang di resto Omah Dhuwur. Wisata kuliner ini menyajikan beragam menu khas Jogja seperti, Gule Ikan Pari, Ayam Goreng, Sup Ayam, dan Iga kambing sebagai menu utamanya.
Acara memasuki puncaknya ketika seluruh peserta diajak menuju kompleks Candi Prambanan.
Rombongan tiba menjelang senja, momen terbaik untuk menikmati suasana megah candi bercahaya keemasan.
Para peserta langsung mengabadikan momen lewat swafoto dengan latar kemegahan arsitektur Hindu terbesar di Indonesia itu.
Tak berhenti di sesi foto, agenda dilanjutkan dengan menyaksikan pagelaran Sendratari Ramayana, salah satu pertunjukan seni paling ikonik di Yogyakarta.
Pertunjukan ini digelar di area panggung terbuka Prambanan. Sendratari Ramayana merupakan kisah klasik yang dibawakan melalui gabungan tari, musik gamelan, dan drama tanpa dialog.
Penonton diajak menikmati rangkaian adegan perjalanan Rama, Shinta, dan Anoman Obong yang disampaikan lewat gerak tubuh para penari profesional.
Pertunjukan biasanya digelar setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu pukul 17.00 sampai pukul 19.00 WIB.

Insan Media Batam yang mengikuti media connect 2025 di Yogyakarta (Foto: Archipelago Group Region Batam)
Acara puncak ini menggambarkan perjalanan yang bukan hanya memperkuat silaturahmi, tetapi juga memperkaya wawasan budaya.
Jogja bukan sekadar destinasi bagi peserta Media Connect 2025—melainkan panggung budaya yang membuat setiap kegiatan terasa lebih bermakna. (Sutarno)