Ritual Pergantian Katuko Masjid Agung Keraton Berlangsung Khidmat

  • 15 Feb 2026 23:36 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau – Perangkat Masjid Agung Keraton Wolio menggelar ritual prosesi pergantian katuko di Baruga Keraton Wolio, Sabtu 14 Februari 2026 pagi. Prosesi sakral tersebut berlangsung khidmat dan penuh nuansa adat.

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh perangkat Masjid Agung Keraton Wolio, serta Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, Wakil Ketua DPRD Kota Baubau Adriansyah Farmin, Sekda Kota Baubau La Ode Darus Salam, dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Baubau Dr. H. Moh. Idrus Taufik Saidi.

Prosesi pergantian katuko diawali dengan ritual kolemiasana katuko, yakni zikir yang dilaksanakan selama empat malam di Galampa Lakina Agama. Selanjutnya digelar Haroa yang diawali pembacaan doa oleh perangkat Masjid Agung Keraton Wolio yang ditunjuk, kemudian dilanjutkan dengan makan bersama.

Tahapan berikutnya adalah penyerahan katuko dari Wali Kota Baubau kepada perangkat Masjid Agung Keraton Wolio. Namun sebelum penyerahan kepada Lakina Agama, Imam, Hatibi, dan Moji, terlebih dahulu dibacakan doa sebagai bentuk permohonan restu dan keberkahan. Ritual pergantian katuko kemudian ditutup dengan pemberian ucapan selamat kepada para perangkat yang menerima katuko baru.

Usai prosesi, Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, dalam keterangan persnya menyampaikan bahwa pergantian katuko dilakukan atas permintaan internal perangkat Masjid Agung Keraton Wolio karena katuko sebelumnya telah usang.

“Tidak ada permasalahan dalam proses pergantian katuko ini. Pemerintah Kota dan DPRD turut menyaksikan langsung prosesi yang berjalan dengan khidmat dan lancar,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, di tengah kondisi saat ini, setiap proses adat tetap dikoordinasikan dengan pemerintah daerah. Perangkat Masjid Agung Keraton Wolio melaporkan kepada kepala daerah sehingga seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur dan koordinasi yang tepat.

Secara budaya, katuko atau tongkat memiliki makna penting sebagai simbol Surat Keputusan adat. Penyerahan atau pengambilan tongkat menandai pengangkatan maupun pemberhentian seseorang dari jabatan tertentu.

Perbedaan katuko juga terlihat dari golongan jabatan. Untuk golongan Kaomu seperti Lakina Agama, Imam, dan Hatibi, hulu tongkat terbuat dari bahan perak. Sedangkan untuk jabatan Moji dari golongan Walaka, hulu tongkat terbuat dari kuningan.

Pergantian katuko Masjid Agung Keraton Wolio ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan. Pergantian pertama terjadi pada tahun 2000-an, sementara yang kedua dilaksanakan pada tahun 2026. Katuko pertama saat ini disimpan di dalam lemari Galampa Lakina Agama dan direncanakan katuko yang baru diganti akan dimuseumkan, meski lokasi penyimpanannya masih akan ditentukan apakah di masjid atau di tempat khusus.

Rekomendasi Berita