Harus Kemo 180 Kali, Suci Butuh Donasi Dermawan

  • 02 Mar 2026 10:19 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Nasib pahit harus dihadapi Suci Aprianti (7), bocah perempuan asal Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Setelah menjalani pemeriksaan medis di rumah sakit rujukan di Kota Makassar pada Februari lalu, Suci dinyatakan positif menderita kanker darah atau leukemia.

Ketua Posko Berbagi Baubau, Melani, yang selama ini mendampingi proses pengobatan Suci, mengaku terpukul saat mendengar penjelasan dokter mengenai hasil pemeriksaan BMP (Bone Marrow Puncture) atau pemeriksaan sumsum tulang belakang.

“Kami cukup terguncang melihat dan mendengarkan penjelasan dokter. Hasil BMP menunjukkan Suci positif leukemia,” ujar Melani kepada RRI, Minggu 1 Maret 2026.

Akibat penyakit tersebut, Suci yang masih duduk di bangku kelas I SD itu harus menjalani kemoterapi sebanyak 180 kali. Proses pengobatan itu dijadwalkan setiap minggu dan diperkirakan berlangsung hingga lebih dari dua tahun.

Suci berasal dari keluarga kurang mampu. Ia merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara dan dibesarkan oleh sang ibu seorang diri yang bekerja sebagai tukang ojek. Kondisi ekonomi keluarga membuat biaya pengobatan menjadi beban berat, terlebih Suci harus bolak-balik Baubau–Makassar untuk menjalani terapi.

Saat ini, Suci menjalani rawat jalan. Setiap lima hari sekali, ia harus datang ke rumah sakit untuk menjalani kemoterapi. Selama proses pengobatan, Suci dan ibunya tinggal sementara di sebuah rumah kos di Makassar. Untuk kebutuhan makan dan biaya harian, mereka mengandalkan bantuan para dermawan.

Melani menjelaskan, dukungan dari masyarakat sangat dibutuhkan agar pengobatan Suci dapat terus berjalan hingga tuntas.

“Kami berharap ada kepedulian dari masyarakat. Bantuan sekecil apa pun sangat berarti untuk meringankan beban keluarga Suci,” katanya.

Bagi masyarakat yang ingin membantu, donasi dapat disalurkan melalui rekening Posko Berbagi Baubau atau menghubungi Melani di nomor 0813 5583 0400.

Kini, di usia yang masih sangat belia, Suci harus berjuang melawan penyakit mematikan.

Rekomendasi Berita