Kue Putu Bambu di Baubau Tetap Diminati

  • 18 Jan 2025 23:37 WIB
  •  Baubau

KBRN, Baubau : Bunyi melengking seperti peluit kereta uap sering terdengar di kawasan Baubau, tanda bahwa penjual kue putu bambu sedang melintas. Bunyi tersebut berasal dari uap yang keluar melalui celah kecil pada kukusan putu. Ketika mendengar suara itu, pembeli pun segera bergegas keluar rumah untuk membeli jajanan tradisional yang sudah turun-temurun ini.

Kue putu bambu, yang terbuat dari tepung beras dan gula merah, merupakan jajanan khas Indonesia yang banyak dijual di berbagai daerah. Rasanya yang manis dan gurih, serta teksturnya yang pulen, membuatnya tetap digemari hingga kini.

Proses pembuatan kue putu unik yakni dengan menggunakan kukusan bambu, menghasilkan bentuk lonjong sesuai dengan silinder bambu tersebut. Para pembeli pun tak jarang tertarik menyaksikan proses pembuatan kue ini.

Tasrif, salah seorang penjual kue putu yang telah berjualan selama 21 tahun di Baubau, mengungkapkan bahwa meskipun sudah lama berjualan, permintaan akan kue putu bambu tetap tinggi. Setiap hari, ia membawa sekitar 7 liter tepung beras yang semuanya habis terjual.

"Setiap hari saya bawa 7 liter tepung beras untuk pembuatan kue putu dan selalu habis terjual. Saya bisa mendapatkan Rp 600 ribu hingga lebih dalam sehari,"ujar Tasrif, Jumat (17/01/2025).

Kue putu bambu umumnya disajikan dengan parutan kelapa yang menambah kenikmatan cita rasa. Perpaduan tepung beras, gula merah, dan parutan kelapa menjadikan kue ini memiliki rasa yang pulen, gurih, dan manis. Warna kue putu biasanya putih atau hijau muda, dengan warna hijau yang diperoleh dari daun pandan sebagai pewarna alami.

Rekomendasi Berita