BPK Imbau Pengunjung Benteng Wolio Tidak Sentuh Meriam
- 10 Sep 2025 21:23 WIB
- Baubau
KBRN, Baubau: Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIX Sulawesi Selatan (Sulsel) mengingatkan kesadaran masyarakat Kota Baubau, khususnya para pengunjung Benteng Keraton Wolio, agar menjaga kelestarian meriam yang berada di sejumlah gerbang dan bastion.
Ketua Unit Konservasi BPK Wilayah XIX, Munafri, mengatakan saat ini pihanya tengah melakukan konservasi terhadap puluhan meriam yang ada di sekitar benteng Wolio. Setelah dilakukan konservasi, masyarakat diharapkan tidak menyentuh, duduk, atau bahkan menginjak meriam.
“Kami harapkan kepada masyarakat, setelah ini dibersihkan dan dirawat jangan sampai disentuh, diduduki, atau diinjak. Hal itu akan mempercepat proses kerusakan meriam sebagai benda cagar budaya,” ujarnya, Senin (8/9/2025).

Proses Konservasi Meriam di Lawana Lanto, Benteng Keraton Wolio, Kota Baubau, oleh Tim Balai Pelestari Kebudayaan Wilayah XIX Sulsel, Rabu (10/9/2025) (Foto: BPK/Indah)
Munafri menjelaskan, bahan konservasi yang digunakan memiliki masa pakai tertentu, sehingga faktor eksternal seperti sentuhan langsung atau aktivitas pengunjung dapat mempercepat kerusakan benda cagar budaya tersebut. “Silakan berfoto di dekat meriam, tapi jangan disentuh, duduk, atau diinjak,” tegasnya.
Kegiatan konservasi meriam yang dilakukan di Benteng Wolio meliputi pembersihan mekanis, pemberian larutan konservan, sterilisasi, hingga pelapisan pelindung. Langkah tersebut bertujuan memperlambat proses pelapukan akibat korosi dan faktor biotis, serta menjaga meriam tetap terawat sebagai bagian penting warisan budaya Buton.
“Tujuan utama konservasi ini adalah untuk menghambat kerusakan akibat cuaca, kelembaban, dan paparan sinar matahari. Kami ingin meriam tetap terjaga dan bisa dinikmati generasi mendatang,” tambah Munafri.