Petang Belimau Siak Simbol Penyucian Diri Menyambut Ramadan
- 19 Feb 2026 09:06 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Siak - Tradisi Petang Megang masyarakat Melayu di Kabupaten Siak dalam menyambut bulan suci Ramadan ditandai dengan pelaksanaan mandi belimau. Prosesi ini digelar pemerintah daerah bersama masyarakat umum di Tepian Bandar Sungai Jantan, Kota Siak Sri Indrapura, dengan menggunakan air limau atau air pecung yang dicampur wewangian.
Tradisi yang telah berlangsung turun-temurun ini tidak hanya dimaknai sebagai ritual mandi, tetapi juga menjadi momentum penyucian diri, mempererat kebersamaan, serta berbagi dengan sesama, termasuk anak yatim. Selain itu, masyarakat juga melaksanakan ziarah kubur untuk mendoakan orang tua dan keluarga yang telah meninggal dunia menjelang datangnya Ramadan.
Bupati Siak, Afni Zulkifli, mengatakan petang belimau merupakan adat masyarakat Melayu Siak yang diwariskan secara turun-temurun, meskipun sempat mulai ditinggalkan seiring perkembangan zaman.
“Petang Belimau dikenal sebagai salah satu warisan budaya masyarakat Melayu yang sarat makna. Tradisi ini menjadi simbol pembersihan lahir dan batin, sekaligus ajang mempererat silaturahmi dan solidaritas sosial menjelang Ramadan,” ujar Bupati Afni, saat menghadiri mandi belimau, Rabu 18 Februari 2026.
Ia menambahkan, sebelum pelaksanaan petang belimau, masyarakat biasanya terlebih dahulu melakukan ziarah kubur sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.
“Kami juga bersama Forkopimda hari ini juga telah melakukan ziarah dan doa bersama di makam para Sultan Siak,” kata dia.
Afni juga mengapresiasi antusias masyarakat yang mengikuti tradisi tersebut dan mengajak untuk terus melestarikannya.
“Mari kita semarakkan tradisi menyambut Ramadan dengan penuh suka cita, menjaga silaturahmi, serta melestarikan budaya Melayu,” ujarya.
Hingga kini, tradisi Petang Megang tetap dilestarikan sebagai identitas budaya dan menjadi daya tarik wisata religi khas Kabupaten Siak.