Tatung Keliling Kota, Bengkalis Berkah Imlek

  • 22 Feb 2026 14:44 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Pawai penyemahan oleh para Tatung/Kitong penjelmaan Dewa-Dewi mewarnai perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kabupaten Bengkalis, Minggu, 22 Februari 2026.

Arak-arakan yang dimulai dari Vihara Hok Ann Kiong ini menjadi puncak perayaan hari keenam Imlek atau yang dikenal dengan sebutan Chue Lak.

Ratusan warga tampak memadati ruas-ruas jalan protokol Kota Bengkalis untuk menyaksikan prosesi sakral tersebut. Iring-iringan tandu berisi patung para Dewa diarak keliling kota, diikuti barongsai, liong (tarian naga), serta para Tatung atau Thangkie yang dipercaya sebagai medium spiritual dalam ritual penyemahan.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bengkalis, Suwarto, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, perayaan Imlek tahun ini tidak hanya menghadirkan kemeriahan budaya, tetapi juga mempererat kebersamaan masyarakat.

“Beberapa hari lalu kita juga telah melaksanakan pesta kuliner gratis bagi seluruh masyarakat di Pulau Bengkalis. Hari ini dilanjutkan dengan arak-arakan penyemahan oleh para Tatung/Kitong. Jika dikemas dengan baik, kegiatan ini bisa menjadi daya tarik wisata dan masuk dalam kalender pariwisata daerah,” ujar Suwarto.

Chue Lak sendiri dalam tradisi Tionghoa diperingati sebagai hari ulang tahun para Dewa-Dewi yang diyakini membawa berkah dan perlindungan. Melalui arak-arakan ini, umat berharap keberuntungan, kesehatan, dan keselamatan bagi masyarakat yang dilewati sepanjang rute pawai.

Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Bengkalis, Tengdy Wijaya, yang diwakili Kabag Humas Jefri Tumangkeng, menjelaskan bahwa pawai penyemahan memiliki makna spiritual sekaligus sosial.

“Tujuan pawai ini adalah untuk menghormati kelahiran para Dewa. Selain itu, melalui penyemahan di sejumlah titik kota, kami berharap lingkungan diberkati dan masyarakat memperoleh nasib baik. Ini juga menjadi simbol kebersamaan antara umat Tionghoa dan seluruh warga Bengkalis,” jelas Jefri.

Sepanjang perjalanan, suasana berlangsung meriah dengan dentuman petasan, tabuhan tambur, serta atraksi barongsai dan liong yang memikat perhatian warga. Para Tatung memimpin ritual di beberapa titik sebagai bentuk penyucian dan pemberkatan wilayah.

Pawai penyemahan pada hari Chue Lak ini biasanya menjadi puncak rangkaian perayaan Imlek di Bengkalis, setelah rangkaian ibadah malam pergantian tahun dan berbagai kegiatan sosial budaya lainnya.

Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi, tradisi tahunan ini diharapkan terus lestari dan mampu memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong sektor pariwisata di Kabupaten Bengkalis.

Rekomendasi Berita