Festival Sampan Layar Ketam Putih Siap Digelar
- 17 Des 2025 21:04 WIB
- Bengkalis
KBRN, Bengkalis: Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis bersama Pemerintah dan Lembaga Adat Melayu Desa Ketamputih terus mematangkan persiapan pelaksanaan Festival Sampan Layar ke-79 Ketamputih yang dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu tanggal 28 Desember 2025.
Festival Sampan Layar merupakan agenda budaya tahunan masyarakat Melayu pesisir Ketamputih yang sarat nilai adat, budaya dan kearifan lokal. Kegiatan ini menjadi simbol pelestarian tradisi sekaligus upaya memperkuat jati diri melayu masyarakat Kabupaten Bengkalis. Hal ini sejalan dengan visi dan misi LAMR dalam mempertahankan tradisi, adat istiadat, budaya dan kearifan lokal masyarakat.
Demikian disampaikan oleh Datok Seri Syaukani Alkarim Ketua Umum DPH LAMR Kabupaten Bengkalis, Rabu (17/12/2025).
"Kami berharap kegiatan budaya seperti ini didukung oleh pemerintah, swasta dan semua elemen masyarakat, sehingga kedepannya dapat kita angkat even ini menjadi even budaya daerah bahkan nasional. Kita telah mengerahkan segala daya upaya semaksimal mungkin untuk mensukseskan kegiatan ini," kata Datuk Seri Syaukani Al Karim.
Sementara itu Kepala Desa Ketamputih Suhaimi menegaskan bahwa pemerintah desa siap memberikan dukungan penuh dan berkomitmen agar kegiatan ini berjalan aman, tertib, dan lancar.
Sementara itu, ketua LAM desa Ketam Putih Akmal menyatakan Festival Sampan Layar bukan hanya ajang perlombaan, melainkan simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Melayu pesisir.
"Festival ini memiliki nilai adat yang kuat. Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai adat, kebersamaan, dan sportivitas,” ujarnya
Adapun rangkaian kegiatan dalam Festival Sampan Layar ke-79 Ketam Putih meliputi: Kenduri Adat, Penurunan Sampan, Lomba Sampan Layar dan Green Policing
Disisi lain Direktur Bahtera Melayu Defitri Akbar sebagai kolaborator Festival Sampan Layar ke-79 Ketan putih ini melihat ada potensi ekonomi yang bisa dikembangkan selain upaya pelestarian budaya, festival ini juga bisa menjadi destinasi wisata baru apabila dikemas dengan kuliner tradisional dan budaya lokal akan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.