Pantangan Imlek Demi Keberuntungan Sepanjang Tahun

  • 17 Feb 2026 16:03 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID.Bengkalis - Tahun Baru Imlek menjadi momen paling sakral bagi masyarakat Tionghoa di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Perayaan ini dimulai pada hari pertama bulan pertama dalam penanggalan lunar dan ditutup dengan perayaan Cap Go Meh pada hari ke-15.

Malam pergantian tahun dikenal sebagai Chúxī, yang bermakna malam pergantian tahun. Pada malam inilah keluarga berkumpul, berdoa, dan berharap keberuntungan menyertai perjalanan hidup di tahun yang baru.

Selain berbagai tradisi yang dijalankan, ada pula sejumlah pantangan yang diyakini perlu dihindari. Pantangan ini diwariskan secara turun-temurun sebagai bentuk ikhtiar menolak kesialan dan menjaga keberuntungan sepanjang tahun.

Dikutip dari China Highlights, berikut sejumlah larangan dalam tradisi Imlek yang masih dipercaya hingga kini:

1.Tidak Minum atau Meramu Obat

Pada hari pertama tahun lunar, menyeduh jamu atau minum obat dipercaya dapat membuat seseorang sakit sepanjang tahun. Bagi yang sedang sakit, ada tradisi memecahkan wadah obat setelah pergantian tahun sebagai simbol membuang penyakit.

2. Dilarang Menyapu dan Membuang Sampah

Menyapu pada hari pertama Imlek dimaknai sebagai “menyapu rezeki”. Begitu pula membuang sampah dianggap membuang keberuntungan dari rumah. Karena itu, aktivitas bersih-bersih biasanya dilakukan sebelum malam pergantian tahun.

3.Tidak Mengucapkan Kata-Kata Negatif

Ucapan tentang kematian, sakit, kemiskinan, atau kesialan sangat dihindari. Imlek identik dengan doa dan harapan baik, sehingga kata-kata positif lebih diutamakan.

4. Tidak Makan Bubur dan Daging untuk Sarapan

Bubur dianggap sebagai makanan kaum miskin, sehingga tidak disajikan agar tidak melambangkan kemiskinan di awal tahun. Sementara itu, sebagian tradisi menghindari daging pada pagi hari sebagai bentuk penghormatan spiritual.

5. Dilarang Keramas dan Memotong Rambut

Dalam bahasa Mandarin, kata “fa” pada rambut memiliki bunyi yang sama dengan kata yang berarti “kemakmuran”. Keramas di hari pertama dianggap sebagai simbol “mencuci rezeki”. Memotong rambut pun dipercaya membawa kesialan.

6. Tidak Mencuci Pakaian

Hari pertama dan kedua Imlek diyakini sebagai hari kelahiran Dewa Air. Mencuci pakaian dianggap tidak menghormati simbol rezeki yang dilambangkan oleh air.

7. Dilarang Menjahit, Menggunakan Gunting atau Pisau

Menjahit dipercaya membuat tahun penuh kesulitan. Sementara gunting dan pisau dimaknai sebagai simbol perpecahan atau pertengkaran.

8. Pantangan Jumlah Ganjil pada Angpau

Angpau sebaiknya berisi nominal genap, karena angka genap melambangkan keberkahan berlipat. Angka 4 dihindari karena pelafalannya menyerupai kata “mati”.

9. Tidak Memberi Hadiah Tertentu

Jam, gunting, dan buah pir termasuk hadiah yang dihindari karena memiliki makna simbolis kurang baik dalam budaya Tionghoa.

10. Tidak Boleh Memecahkan Barang

Pecahnya mangkuk atau gelas dipercaya sebagai pertanda buruk. Jika terjadi, biasanya dibungkus kertas merah sambil mengucapkan doa keselamatan sepanjang tahun.

11. Perempuan Menikah Tidak Pulang Hari Pertama

Dalam tradisi lama, perempuan yang telah menikah dianjurkan mengunjungi orang tua pada hari kedua Imlek, bukan hari pertama, untuk menghindari simbol kesulitan ekonomi bagi keluarga asal.

12. Menghindari Tangisan Anak

Tangisan anak dipercaya membawa kesialan. Karena itu, keluarga berupaya menjaga suasana tetap ceria.

13. Tidak Mengunjungi Rumah Sakit

Kunjungan ke rumah sakit di hari pertama dihindari, kecuali dalam keadaan darurat, karena diyakini membawa penyakit sepanjang tahun.

14. Tidak Berutang atau Menagih Utang

Segala urusan utang piutang sebaiknya diselesaikan sebelum malam pergantian tahun. Memulai tahun dengan utang dianggap kurang baik.

15. Tidak Mengenakan Pakaian Rusak, Putih, atau Hitam

Pakaian rusak melambangkan kesulitan. Warna putih dan hitam identik dengan suasana berkabung, sehingga lebih dianjurkan mengenakan warna cerah seperti merah.

16. Dilarang Membunuh atau Menyembelih

Sejak hari pertama hingga hari ke-15, tindakan menyembelih hewan dihindari karena darah dianggap pertanda kemalangan.

Meski kini tidak semua pantangan dijalankan secara ketat, nilai utama yang terkandung di dalamnya tetap sama, yakni menjaga keharmonisan, berbicara baik, serta memulai tahun dengan pikiran dan tindakan positif.

Imlek bukan sekadar pergantian kalender, melainkan momentum refleksi untuk menyongsong tahun baru dengan harapan, doa, dan semangat kebaikan.

Rekomendasi Berita