Museum Fajar Sirah Nabi, Edukasi Modern di Madinah
- 22 Feb 2026 22:14 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Madinah - Selain menjadi pusat ibadah umat Islam dunia, kawasan Masjid Nabawi juga menghadirkan sarana edukasi sejarah melalui The International Fajr Museum of the Prophet's Biography. Museum ini menjadi destinasi yang banyak dikunjungi jamaah umrah dan haji untuk memperdalam pemahaman tentang perjalanan hidup Rasulullah SAW.
Berlokasi tidak jauh dari kompleks masjid, museum ini dapat diakses dengan berjalan kaki dari pelataran utama. Untuk masuk, jamaah cukup mengikuti papan penunjuk arah menuju area museum. Pengunjung kemudian melakukan pendaftaran di meja resepsionis.
Pada waktu-waktu tertentu, tersedia layanan reservasi daring maupun pembelian tiket langsung di lokasi. Setelah itu, pengunjung akan diarahkan ke ruang tunggu sebelum memasuki ruang pamer secara bergelombang agar suasana tetap nyaman dan kondusif.
Di dalam museum, jamaah disuguhi diorama, panel digital interaktif, hingga tayangan audio visual yang menggambarkan fase-fase penting kehidupan Nabi Muhammad SAW. Mulai dari masa kelahiran di Makkah, periode dakwah penuh tantangan, hingga peristiwa hijrah ke Madinah, semuanya disajikan dengan pendekatan teknologi modern. Tersedia pula penjelasan dalam berbagai bahasa sehingga memudahkan pengunjung mancanegara.
Salah seorang jamaah asal Indonesia, Ahmad Fauzi, mengaku terkesan dengan pengalaman yang ia rasakan.
“Saya merasa seperti diajak menyusuri langsung perjalanan Rasulullah. Visualisasinya sangat jelas dan menyentuh. Setelah dari sini, saya jadi lebih memahami perjuangan beliau dan semakin rindu untuk meneladani akhlaknya,” ujarnya, Minggu 22 Februari 2026.
Menurutnya, kunjungan ke museum ini menjadi pelengkap ibadah selama di Madinah. Jika di dalam masjid ia merasakan kekhusyukan spiritual, maka di museum ia mendapatkan pemahaman sejarah yang lebih mendalam.
Keberadaan The International Fajr Museum of the Prophet's Biography menunjukkan upaya menghadirkan pembelajaran sirah Nabi dengan pendekatan kekinian tanpa meninggalkan nilai sakral. Museum ini tidak hanya menjadi tempat melihat sejarah, tetapi juga ruang refleksi bagi jamaah untuk semakin mencintai dan meneladani Rasulullah SAW.