Madrasah Sayyidina Hamzah Jabal Uhud Sarat Makna
- 24 Feb 2026 10:11 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Madinah — Di kaki Jabal Uhud, berdiri sebuah madrasah yang menjadi pengingat perjuangan dan keteladanan para syuhada. Madrasah Sayyidina Hamzah tidak hanya menjadi tempat belajar ilmu agama, tetapi juga ruang menanamkan nilai keberanian, kesabaran, dan cinta kepada Rasulullah SAW.
Lokasinya berdekatan dengan area bersejarah tempat terjadinya Perang Uhud. Di kawasan ini pula terdapat makam Hamzah bin Abdul Muttalib, paman Rasulullah yang gugur sebagai syahid dan dijuluki “Singa Allah”. Setiap hari, jamaah dari berbagai negara datang berziarah, sekaligus menyempatkan diri singgah dan melihat aktivitas pendidikan di sekitar kawasan tersebut.
Madrasah Sayyidina Hamzah dikenal sebagai lembaga pendidikan yang memadukan hafalan Al-Qur’an dengan penguatan akhlak. Para santri tidak hanya dibekali kemampuan membaca dan menghafal, tetapi juga diajak memahami sejarah perjuangan Islam, khususnya keteladanan para sahabat dalam mempertahankan kebenaran.
Ustad Gibran Syaiful Bahri Mutawwif Arminareka saat berkunjung ke kawasan Uhud mengatakan, keberadaan madrasah ini memiliki makna simbolis yang kuat.
“Belajar di kaki Uhud itu bukan sekadar belajar ilmu. Di sini anak-anak diingatkan tentang pengorbanan, tentang cinta kepada Rasulullah, dan tentang bagaimana iman harus dijaga dalam kondisi apa pun,” ujar Ustad Gibran.
Menurutnya, suasana sekitar Jabal Uhud memberikan nuansa spiritual yang berbeda. Gunung yang dalam hadis disebut mencintai dan dicintai Rasulullah itu menjadi saksi sejarah perjuangan umat Islam di masa awal dakwah.
“Ketika kita berdiri di sini, kita tidak hanya melihat gunung. Kita sedang berdiri di tempat yang menjadi saksi syuhada. Maka pendidikan yang tumbuh di sekitarnya harus melahirkan generasi yang kuat iman dan akhlaknya,” katanya.
Bagi jamaah asal Indonesia, kunjungan ke kawasan Uhud sering kali menjadi momen refleksi mendalam. Selain berziarah, mereka juga menyaksikan bagaimana nilai sejarah dihidupkan melalui pendidikan di madrasah sekitar lokasi.
Madrasah Sayyidina Hamzah pun menjadi bukti bahwa warisan sejarah Islam tidak hanya dijaga dalam bentuk monumen, tetapi juga melalui proses pembelajaran yang berkelanjutan. Dari kaki Jabal Uhud, semangat perjuangan itu terus diwariskan kepada generasi berikutnya.