Istana Raja Fahd Madinah, Simbol Pelayanan Kerajaan
- 24 Feb 2026 08:49 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Madinah — Di kawasan strategis Kota Nabi, berdiri Istana Raja Fahd yang menjadi salah satu simbol kehadiran pemerintah Arab Saudi dalam melayani dua kota suci. Bangunan megah ini kerap terlihat jamaah saat melintas menuju Masjid Nabawi, meski tidak dibuka untuk umum.
Istana tersebut dinamai dari Fahd of Saudi Arabia, raja kelima Arab Saudi yang dikenal atas kontribusinya dalam proyek perluasan besar-besaran Masjid Nabawi dan Masjidil Haram. Hingga kini, kompleks istana itu tetap difungsikan sebagai kediaman resmi raja dan keluarga kerajaan ketika berada di Madinah.
Secara arsitektur, istana tampil dengan gaya khas Timur Tengah, berpadu warna krem dan ornamen sederhana namun elegan. Area di sekitarnya dijaga ketat sebagai bagian dari pengamanan VVIP kerajaan.
Ustad Gibran Syaiful Bahri, mutawif Arminareka yang kerap mendampingi jamaah umrah asal Indonesia, menjelaskan bahwa istana tersebut memiliki peran penting dalam aktivitas kenegaraan di Madinah.
“Setiap kali Raja Arab Saudi berkunjung ke Madinah, beliau biasanya menetap di istana ini. Dari sinilah berbagai agenda kenegaraan dijalankan, termasuk menerima tamu penting dan memantau langsung pelayanan di Masjid Nabawi,” ujar Ustad Gibran.
Menurutnya, kunjungan raja ke Madinah bukan sekadar agenda seremonial. Ada kebiasaan para raja Arab Saudi untuk menyempatkan diri beribadah di Masjid Nabawi serta meninjau langsung kesiapan layanan bagi jamaah, terutama menjelang musim haji dan Ramadan.
“Para pemimpin di sini punya tradisi hadir langsung di kota suci. Mereka ingin memastikan pelayanan kepada tamu Allah berjalan optimal. Itu sebabnya keberadaan istana ini strategis, dekat dengan pusat ibadah umat Islam,” katanya.
Ia juga menuturkan pada momen tertentu, seperti Ramadan atau kunjungan kenegaraan, pengamanan di sekitar kawasan istana akan ditingkatkan. Hal itu menjadi penanda bahwa raja sedang berada di Madinah.
Bagi jamaah, mengetahui fungsi Istana Raja Fahd memberikan pemahaman bahwa pengelolaan kota suci dilakukan secara serius dan terstruktur. Madinah tidak hanya menjadi pusat spiritual dunia Islam, tetapi juga pusat koordinasi pelayanan jutaan umat dari berbagai negara.
Keberadaan istana ini pun menjadi simbol kesinambungan kepemimpinan kerajaan dalam menjaga kehormatan dan kenyamanan kota suci, sekaligus bentuk tanggung jawab dalam melayani para tamu Allah yang datang silih berganti sepanjang tahun.