Lilin Memiliki Makna Tersendiri dalam Perayaan Imlek

  • 17 Feb 2026 19:44 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada tanggal Selasa 17 Februari 2026. Dalam kalender tradisional Tionghoa, pergantian tahun tidak sekadar perubahan angka, melainkan pertemuan simbol-simbol kosmologis yang dipercaya membentuk karakter suatu masa.

Tahun ini menandai berakhirnya Tahun Ular Kayu dan dimulainya Tahun Kuda Api. Kombinasi Kuda dan Api terakhir muncul pada 1966, satu siklus kalender Tionghoa yang berlangsung selama 60 tahun.

Dalam tradisi perayaan tahun baru Imlek, di setiap rumah ibadah baik itu Klenteng atau Vihara banyak ornamen dan dekorasi berwarna merah. Selain itu terdapat juga bermacam lilin dengan berbagai ukuran.

Dalam tradisi Tionghoa, lilin merah identik dengan keberuntungan, kebahagiaan, dan penolak energi negatif. Warna merah sendiri dipercaya sebagai simbol sukacita dan perlindungan dari hal-hal buruk.

Melansir dari berbagai sumber, lilin dalam perayaan Tahun Baru Imlek memiliki makna tersendiri atau bisa juga dianggap sebagai perlambang dari doa dan harapan. Menyalanya api pada lilin juga sebagai lambang penerang kehidupan.

Api yang menyala pada lilin juga dianggap sebagai simbol perlindungan dan harapan.

Lilin ini juga harus terus menyala selama perayaan Imlek berlangsung karena hal ini melambangkan permohonan mendapatkan kelimpahan rezeki dan penerang di dunia maupun di ahirat.

Konon ukuran lilin juga memiliki makna tersendiri dimana semakin besar ukuran lilinnya maka semakin besar pula rejeki yang akan didapat pemiliknya. Tradisi ini menunjukan bahwa makna dari sebuah lilin dalam perayaan Imlek begitu penting, selain merupakan penerang tetapi juga sebagai simbol harapan menjadi lebih baik dimasa depan.

Rekomendasi Berita