BMKG Prediksi Musim Kemarau Datang Lebih Cepat, Masyarakat Diimbau Bersiap
- 10 Mar 2026 22:48 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu :- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun ini akan datang lebih cepat dibandingkan biasanya. Jika pada umumnya kemarau mulai terasa pada pertengahan tahun, kali ini sejumlah wilayah diperkirakan sudah memasuki musim kemarau sejak April.
BMKG mencatat sekitar 46,5 persen wilayah musim di Indonesia diprediksi akan mengalami kemarau lebih awal. Beberapa daerah yang diperkirakan lebih dahulu merasakan kondisi tersebut antara lain Aceh, Riau, Jambi, Jakarta hingga sebagian besar wilayah Pulau Jawa.
Sementara itu, puncak musim kemarau diperkirakan akan terjadi sekitar bulan Agustus, ketika curah hujan berada pada titik paling rendah.
Musim kemarau bukan hanya identik dengan cuaca panas. Pada periode ini, intensitas hujan juga akan semakin jarang sehingga dapat memicu berbagai dampak, mulai dari berkurangnya ketersediaan air bersih, terganggunya sektor pertanian, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk mulai melakukan langkah antisipasi sejak dini agar dampak kemarau panjang dapat diminimalkan.
Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:
- Menghemat penggunaan air mulai dari rumah
Gunakan air seperlunya untuk kebutuhan sehari-hari agar cadangan air tetap terjaga. - Menyiapkan cadangan air
Persediaan air penting disiapkan sebagai langkah antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi gangguan distribusi air bersih. - Tidak membakar sampah atau lahan
Pada musim kemarau, kondisi lahan cenderung kering sehingga api sangat mudah menyebar dan memicu kebakaran. - Waspada terhadap titik api di lingkungan sekitar
Jika menemukan tanda-tanda kebakaran atau titik api, segera laporkan kepada pihak terkait agar dapat segera ditangani. - Menjaga tanaman dan ruang hijau tetap hidup
Menyiram tanaman secara teratur dan merawat ruang terbuka hijau dapat membantu menjaga keseimbangan lingkungan selama musim kemarau.
Dengan kesiapan dan kesadaran bersama, masyarakat diharapkan dapat menghadapi musim kemarau lebih awal dengan lebih bijak, sekaligus mengurangi berbagai risiko yang mungkin terjadi.