Lemak di Belakang Leher, Waspadai Penyebabnya

  • 03 Mar 2026 16:25 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Penumpukan lemak di bagian belakang leher kerap dianggap persoalan berat badan semata. Padahal, kondisi ini dalam beberapa kasus dapat berkaitan dengan faktor kesehatan tertentu.

Secara umum, kenaikan berat badan menjadi penyebab paling sering munculnya lipatan atau tonjolan lemak di area tersebut. Mayo Clinic menjelaskan bahwa kelebihan kalori yang tidak terbakar akan disimpan tubuh sebagai lemak, termasuk di leher dan punggung atas.

Namun, ada kondisi medis yang juga dapat memicu pembesaran lemak di belakang leher. Salah satunya adalah sindrom Cushing, yaitu gangguan akibat kadar hormon kortisol yang terlalu tinggi dalam tubuh.

Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), sindrom Cushing dapat menimbulkan gejala khas berupa penumpukan lemak di antara bahu dan bagian belakang leher yang sering disebut “buffalo hump”. Kondisi ini biasanya disertai wajah membulat, kulit mudah memar, serta kenaikan berat badan yang tidak biasa.

Selain gangguan hormon, faktor penggunaan obat tertentu juga berpengaruh. Dikutip dari laman Mayo Clinic pada Selasa, 3 Maret 2026, konsumsi kortikosteroid jangka panjang dapat menyebabkan perubahan distribusi lemak tubuh.

Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah resistensi insulin dan obesitas sentral. Harvard Medical School menyebutkan bahwa distribusi lemak tubuh bisa dipengaruhi metabolisme, usia, serta perubahan hormonal.

Karena itu, pembesaran lemak di belakang leher tidak selalu sekadar masalah estetika. Jika disertai gejala lain atau terjadi cepat tanpa sebab jelas, pemeriksaan medis penting dilakukan untuk memastikan ada tidaknya gangguan kesehatan yang mendasa

Rekomendasi Berita