Gejala Awal Campak pada Anak, Orang Tua Wajib Tahu

  • 12 Mar 2026 14:04 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Penyakit campak merupakan salah satu penyakit menular yang sering terjadi pada anak-anak. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus dan dapat menyebar dengan mudah melalui percikan air liur saat penderita batuk atau bersin. Karena penularannya cukup cepat, orang tua perlu mengenali gejala atau ciri-ciri campak sejak dini.

Salah satu tanda awal campak pada anak adalah demam tinggi. Biasanya demam muncul beberapa hari sebelum ruam terlihat di kulit. Suhu tubuh anak bisa meningkat cukup tinggi dan sering disertai rasa lemas.

Ciri lain yang sering muncul adalah batuk dan pilek. Gejala ini membuat campak pada awalnya terlihat seperti flu biasa. Anak juga bisa mengalami tenggorokan terasa tidak nyaman sehingga menjadi lebih rewel.

Selain itu, anak yang terkena campak biasanya mengalami mata merah dan sensitif terhadap cahaya. Kondisi ini terjadi karena virus juga memengaruhi bagian mata sehingga tampak berair dan mudah iritasi.

Tanda yang paling khas dari campak adalah munculnya ruam kemerahan pada kulit. Ruam biasanya dimulai dari bagian wajah atau belakang telinga, kemudian menyebar ke leher, tubuh, hingga ke tangan dan kaki. Ruam ini dapat bertahan selama beberapa hari sebelum akhirnya memudar.

Pada sebagian kasus, anak juga dapat mengalami bintik putih kecil di dalam mulut, terutama di bagian pipi dalam. Bintik ini sering muncul sebelum ruam pada kulit terlihat dan menjadi salah satu tanda khas penyakit campak.

Jika anak menunjukkan gejala-gejala tersebut, orang tua disarankan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Penanganan yang tepat dapat membantu mencegah komplikasi serta mempercepat proses pemulihan.

Upaya pencegahan yang paling efektif terhadap campak adalah imunisasi. Dengan pemberian vaksin sesuai jadwal, risiko anak terkena campak dapat berkurang secara signifikan.

Memahami ciri-ciri campak pada anak sangat penting agar orang tua dapat segera mengambil langkah yang tepat ketika gejala mulai muncul. Deteksi dini dapat membantu menjaga kesehatan anak sekaligus mencegah penyebaran penyakit kepada orang lain.

Rekomendasi Berita