Waspada Glaukoma, Penyakit Mata yang Sering tanpa Gejala

  • 12 Mar 2026 14:08 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Glaukoma adalah salah satu penyakit mata yang dapat menyebabkan kerusakan pada saraf optik, yaitu saraf yang berfungsi mengirimkan informasi visual dari mata ke otak. Kondisi ini sering kali terjadi secara perlahan dan dapat menyebabkan gangguan penglihatan jika tidak ditangani dengan baik.

Menurut para ahli kesehatan mata, glaukoma biasanya berkaitan dengan peningkatan tekanan di dalam bola mata. Tekanan yang terlalu tinggi dapat merusak saraf optik sehingga kemampuan mata untuk melihat secara normal menjadi terganggu. Jika kondisi ini terus berlanjut, glaukoma bahkan dapat menyebabkan kebutaan permanen.

Pada tahap awal, glaukoma sering tidak menimbulkan gejala yang jelas. Banyak penderita baru menyadari adanya masalah ketika penglihatan mulai berkurang. Salah satu gejala yang sering muncul adalah penyempitan lapang pandang, di mana kemampuan melihat ke samping menjadi berkurang secara perlahan.

Selain itu, beberapa penderita juga dapat mengalami gejala seperti mata terasa nyeri, penglihatan kabur, hingga muncul lingkaran cahaya di sekitar lampu. Pada kasus tertentu, mata juga bisa tampak kemerahan dan disertai sakit kepala.

Glaukoma dapat terjadi pada siapa saja, tetapi risikonya lebih tinggi pada orang berusia di atas 40 tahun, memiliki riwayat keluarga dengan penyakit yang sama, atau memiliki tekanan mata yang tinggi. Faktor lain seperti diabetes dan tekanan darah tinggi juga dapat meningkatkan risiko terjadinya glaukoma.

Karena sering berkembang tanpa gejala, pemeriksaan mata secara rutin menjadi langkah penting untuk mendeteksi glaukoma sejak dini. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan tekanan bola mata serta mengevaluasi kondisi saraf optik untuk memastikan kesehatan mata.

Penanganan glaukoma bertujuan untuk menurunkan tekanan pada mata agar kerusakan saraf tidak semakin parah. Metode penanganannya dapat berupa obat tetes mata, terapi laser, atau tindakan medis tertentu sesuai dengan kondisi pasien.

Dengan deteksi dan penanganan yang tepat, perkembangan glaukoma dapat dikendalikan. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mata dan melakukan pemeriksaan secara berkala sangat penting untuk mencegah dampak yang lebih serius terhadap penglihatan.

Rekomendasi Berita