Jenis Kodok yang Banyak Dikonsumsi Masyarakat

  • 28 Feb 2026 16:24 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kodok atau katak menjadi salah satu sumber protein hewani yang cukup populer di beberapa daerah, termasuk di Indonesia dan negara Asia lainnya. Dagingnya dikenal memiliki tekstur lembut dan cita rasa yang gurih, bahkan sering disebut mirip daging ayam. Namun, penting dipahami bahwa tidak semua jenis kodok aman untuk dikonsumsi karena sebagian memiliki racun alami pada kulitnya.

Salah satu jenis yang paling banyak dikonsumsi adalah American Bullfrog atau katak lembu. Jenis ini berukuran besar dengan paha yang tebal sehingga menghasilkan daging yang cukup banyak. Katak lembu banyak dibudidayakan secara khusus untuk kebutuhan konsumsi dan ekspor. Olahannya beragam, mulai dari digoreng tepung, ditumis, hingga dimasak kuah pedas.

Selain itu, masyarakat juga mengenal Fejervarya cancrivora atau katak sawah. Jenis ini sering ditemukan di area persawahan dan tambak. Katak sawah sudah lama dikonsumsi di berbagai daerah sebagai lauk alternatif. Biasanya dimasak rica-rica, digoreng kering, atau dibuat gulai dengan bumbu rempah khas Nusantara.

Di kawasan Asia Tenggara, terdapat pula Hoplobatrachus rugulosus yang juga banyak dibudidayakan untuk konsumsi. Katak ini memiliki daging yang tebal dan banyak diolah dalam berbagai masakan tradisional maupun modern. Budidaya secara terkontrol membuat jenis ini relatif aman dikonsumsi dibandingkan mengambil langsung dari alam liar.

Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi kodok liar karena beberapa spesies beracun dapat membahayakan kesehatan. Pilihlah katak hasil budidaya dari sumber terpercaya dan pastikan diolah hingga matang sempurna. Dengan cara yang tepat, daging katak dapat menjadi pilihan protein alternatif yang bergizi dan lezat.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita