Mitos dan Fakta Konsumsi Kurma
- 13 Mar 2026 05:21 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Kurma sering dianggap hanya sebagai buah yang sangat manis, sehingga banyak orang langsung menyimpulkan bahwa kurma sama seperti gula biasa. Padahal, kurma adalah buah utuh yang juga mengandung serat, mineral seperti kalium dan magnesium, serta senyawa antioksidan. Kandungan tersebut membantu memperlambat penyerapan gula dan mendukung kesehatan tubuh.
Meski demikian, kurma tetap perlu dikonsumsi dengan bijak. Kunci utamanya adalah memperhatikan porsi dan konteks konsumsi dalam pola makan sehari-hari. Satu hingga dua butir kurma sebagai camilan pengganti makanan manis olahan bisa menjadi pilihan lebih sehat.
Dikutip dari laman Kemkes, namun konsumsi kurma berlebihan justru bisa menambah asupan kalori yang tidak disadari. Jika dimakan dalam jumlah banyak setiap hari, kurma dapat berkontribusi pada kenaikan berat badan dan peningkatan kadar gula darah. Karena itu, kurma sebaiknya menjadi pengganti camilan tidak sehat, bukan tambahan kalori baru.
Mitos lain yang sering muncul adalah anggapan bahwa kurma pasti menyebabkan diabetes. Faktanya, diabetes tipe 2 dipengaruhi banyak faktor seperti pola makan berlebih, kurang aktivitas fisik, serta faktor genetik. Kurma memang mengandung karbohidrat, tetapi jika dikonsumsi dalam porsi wajar dan dipadukan dengan makanan lain seperti kacang atau yoghurt, lonjakan gula darah bisa lebih terkendali.
Para ahli juga mengingatkan bahwa kurma bukanlah obat untuk berbagai penyakit. Kurma dapat menjadi bagian dari pola makan sehat karena kandungan nutrisinya, tetapi tidak menggantikan diagnosis maupun terapi medis. Dengan konsumsi yang tepat dan seimbang, kurma tetap bisa menjadi pilihan buah yang bermanfaat bagi kesehatan.