Menilik Keunikan Pskov Krom: Benteng Segitiga Abadi di Jantung Rusia

  • 18 Feb 2026 20:04 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Disaat turis memadati jalanan Moskow atau St. Petersburg, sebuah kota kuno di perbatasan barat Rusia menyimpan rahasia arsitektur yang memukau. Pskov, salah satu kota tertua di Rusia, menjadi sorotan berkat benteng pertahanannya yang memiliki tata letak unik berbentuk segitiga lancip.

Benteng di Atas Dua Sungai

Pusat perhatian utama kota ini adalah Pskov Krom (atau Kremlin Pskov). Berbeda dengan benteng melingkar pada umumnya, Krom dibangun tepat di titik pertemuan Sungai Velikaya dan Sungai Pskova.

Karena letak geografisnya di semenanjung sempit, dinding batu putih setinggi 12 meter ini mengikuti garis pantai hingga membentuk struktur segitiga yang tajam dan ikonik.

Mengapa Benteng Ini Istimewa?

Selain bentuknya yang tidak biasa, ada beberapa alasan mengapa Pskov Krom dianggap sebagai mahakarya:

  • Sistem Pertahanan "Persi": Dinding bagian selatan yang disebut Persi (berarti "dada" dalam bahasa Rusia kuno) adalah bagian terkuat yang melindungi sisi darat.
  • Menara Pengintai: Di ujung segitiga, terdapat menara-menara pengawas kuno yang dulunya menjadi garda terdepan melawan invasi dari arah Livonia dan Swedia.
  • Katedral Trinity: Di dalam "segitiga" tersebut berdiri Katedral Trinity yang megah, yang konon didirikan atas perintah Putri Olga yang Agung setelah melihat tiga berkas cahaya turun dari langit ke tempat tersebut.
Warisan Dunia UNESCO

Keunikan arsitektur Pskov bukan sekadar estetika. Pada tahun 2019, gereja-gereja dan situs di Pskov resmi masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO. Gaya arsitekturnya yang sederhana namun kokoh mencerminkan jiwa masyarakat Pskov yang dikenal sebagai pejuang tangguh di masa lalu.

Bagi para pelancong sejarah, berjalan di sepanjang tepian sungai sambil menatap ujung "segitiga" benteng ini menawarkan sensasi kembali ke abad ke-12 yang sulit ditemukan di tempat lain. Pskov sering dijuluki sebagai "Kota yang Tak Terkalahkan" karena sepanjang sejarahnya, benteng ini telah bertahan dari pengepungan sebanyak 26 kali.

Rekomendasi Berita