Bengkulu Berpotensi Menjadi Tempat Wisata Ramah Muslim

  • 04 Mar 2026 10:37 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Guna meningkatkan jumlah wisatawan Ke Bengkulu, terutama wisata berbasis ramah muslim, maka di pelukan kesiapan daerah. Ketua Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Pramuwisata Indonesia (DPD HPI) Bengkulu, Tommy Julian, menegaskan pentingnya kesiapan layanan dan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan muslim.

Tommy Julian menjelaskan bahwa wisata muslim merupakan kegiatan wisata yang layanan dan fasilitasnya memenuhi kebutuhan serta keinginan wisatawan muslim tanpa melanggar prinsip-prinsip syariat Islam. Hal tersebut mencakup penyediaan makanan dan minuman halal, fasilitas ibadah yang memadai, serta aktivitas yang sesuai syariat dan bebas dari unsur nonhalal.

Ia menambahkan, berdasarkan laporan Global Muslim Travel Index (GMTI) pada 2024, jumlah wisatawan dunia yang mencari destinasi wisata halal mencapai 176 juta orang. Menurutnya, tujuan pengembangan wisata muslim adalah untuk meningkatkan daya tarik dan kepuasan turis muslim agar datang ke Indonesia, sehingga peningkatan amenitas, atraksi, dan aksesibilitas terus dilakukan.

“Wisata muslim merupakan kegiatan wisata yang layanan dan fasilitasnya memenuhi kebutuhan serta keinginan wisatawan muslim tanpa melanggar prinsip-prinsip syariat Islam. Di dalamnya termasuk penyediaan makanan dan minuman halal, fasilitas ibadah yang memadai, serta aktivitas yang sesuai syariat dan bebas dari unsur nonhalal,” Ujarnya.

Tommy juga menyebut Bengkulu memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata muslim, mulai dari masjid bersejarah, makam ulama atau pesirah, hingga budaya lokal yang berbalut nilai-nilai Islami. Namun demikian, diperlukan pedoman yang jelas agar pengembangan wisata tetap berjalan sesuai nilai agama sekaligus menghormati kearifan lokal.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas pariwisata dalam mengembangkan wisata ramah muslim di Bengkulu. Dengan potensi sumber daya yang dimiliki serta dukungan administrasi dan promosi yang terarah, Bengkulu optimistis mampu menjadi salah satu destinasi unggulan wisata halal di Indonesia.

Sementara itu, pelaku pariwisata Indonesia, Krishna Gamawan, menilai Bengkulu sudah cukup siap mengambil porsi wisata ramah muslim karena belum banyak daerah yang fokus pada segmen ini. Ia menyebut latar belakang masyarakat Bengkulu yang mayoritas beragama Islam serta sejumlah event yang telah digelar menjadi modal penting dalam pengembangan tersebut.

Krishna menambahkan, kesiapan tersebut perlu dilengkapi secara administratif, seperti penerbitan sertifikat halal bagi pelaku usaha. Saat ini, menurutnya, pengecekan sertifikat halal sudah dapat dilakukan melalui barcode sehingga memudahkan wisatawan dalam memastikan kehalalan produk dan layanan.

Ia juga menilai tantangan terbesar dalam mempromosikan wisata muslim adalah membangun branding sebagai destinasi ramah muslim. Meskipun Indonesia dikenal sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim, wisatawan mancanegara tetap ingin memastikan ketersediaan makanan halal dan destinasi yang bernuansa Islami.

“Sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim perlu melengkapi kesiapan wisata muslim secara administratif, seperti penerbitan sertifikat halal bagi pelaku usaha, yang kini dapat dicek melalui barcode untuk memudahkan wisatawan memastikan kehalalan produk dan layanan. Tantangan terbesar dalam promosi wisata muslim adalah membangun branding sebagai destinasi ramah muslim, karena wisatawan mancanegara tetap ingin memastikan ketersediaan makanan halal serta destinasi yang bernuansa Islami,” Ujarnya.

Selain itu, ia mendorong agar budaya lokal seperti kenduri syukuran panen dan tanam dapat didokumentasikan dengan baik oleh dinas pariwisata kabupaten. Dengan pendataan jadwal dan kegiatan secara terstruktur, tradisi tersebut dapat disandingkan dengan wisata sejarah sehingga memperkaya pilihan destinasi bagi wisatawan.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas pariwisata dalam mengembangkan wisata ramah muslim di Bengkulu. Dengan potensi sumber daya yang dimiliki serta dukungan administrasi dan promosi yang terarah, Bengkulu optimistis mampu menjadi salah satu destinasi unggulan wisata halal di Indonesia. ( Elni )

Rekomendasi Berita