Menjelajahi Procida: Pesona Pastel di Tepi Laut Mediterania

  • 12 Mar 2026 20:10 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Di tengah hiruk-pikuk destinasi populer Teluk Napoli, Pulau Procida berdiri tegak sebagai permata yang tetap menjaga kesederhanaannya. Bukan hotel mewah atau klub pantai bising yang menjadi daya tarik utamanya, melainkan deretan rumah nelayan berwarna pastel yang seolah tumpah ke pelabuhan Marina Corricella.

Palet Warna yang Menyimpan Cerita

Kawasan tepi laut Procida, khususnya Corricella, adalah desa nelayan tertua di pulau ini. Keunikannya terletak pada arsitektur "veiled" dengan tangga luar dan lengkungan khas. Menurut legenda setempat, warna-warni cerah pada dinding rumah sengaja dibuat agar para nelayan yang sedang melaut bisa mengenali rumah mereka bahkan dari kejauhan.

Kehidupan yang Melambat

Berjalan menyusuri dermaga, pengunjung tidak akan menemukan kendaraan bermotor karena area ini adalah zona pejalan kaki. Bunyi deburan ombak berpadu dengan suara jaring nelayan yang sedang diperbaiki dan aroma pasta linguine al limone, hidangan ikonik pulau ini yang menggunakan lemon lokal berukuran raksasa.

"Procida bukan tentang melihat banyak tempat dalam satu hari," ujar salah satu penduduk lokal. "Ini tentang duduk di tepi dermaga, menyesap espresso, dan membiarkan waktu berlalu begitu saja."

Kebangkitan Sang Ibu Kota Budaya

Sejak dinobatkan sebagai Italian Capital of Culture pada tahun 2022, Procida mulai berbenah tanpa kehilangan jiwanya. Perbaikan infrastruktur di kawasan tepi laut dilakukan dengan sangat hati-hati untuk memastikan identitas visual pulau ini tetap terjaga. Bagi para pelancong yang mencari sisi Italia yang lebih jujur dan puitis, Procida adalah jawabannya.

Rekomendasi Berita