Transformasi Olahraga dari Rutinitas Menjadi Tren
- 12 Nov 2025 12:38 WIB
- Biak
KBRN, Biak: Olahraga tidak lagi sekadar rutinitas, melainkan telah menjadi bagian dari tren gaya hidup modern, terutama di kalangan anak muda yang aktif di dunia digital.Tren olahraga yang dipopulerkan melalui media sosial sebenarnya tidak sepenuhnya negatif. Banyak orang yang awalnya malas bergerak kini untuk mulai berolahraga karena ingin mengikuti tren.
Menurut survei Populix (2024) yang dikutip oleh Antara News, sebanyak 9 dari 10 masyarakat Indonesia mengaku rutin berolahraga, setidaknya satu sampai dua kali dalam seminggu. Angka ini menunjukkan peningkatan partisipasi yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Namun, di sisi lain, ada sisi gelap di balik tren ini. Banyak yang berolahraga semata-mata untuk mendapatkan perhatian, bukan kesehatan. Olahraga menjadi alat pencitraan dan simbol status sosial. Ketika motivasi berubah menjadi "yang penting terlihat aktif", maka manfaat sejati olahraga menjadi terpinggirkan.
Walau begitu, tidak dapat dipungkiri bahwa tren tetap memiliki peran positif. Komunitas lari, klub sepeda, dan kelas zumba yang digagas anak muda menjadi ruang sosial baru yang membangun solidaritas. Orang tidak hanya berolahraga demi diri sendiri, tetapi juga karena merasa menjadi bagian dari kelompok yang memiliki semangat yang sama.
Tidak masalah jika seseorang ingin terlihat keren saat berolahraga atau membagikan momennya di media social, selama motivasi utamanya tetap untuk kesehatan. Karena pada akhirnya, tubuh yang bugar dan pikiran yang tenang jauh lebih berharga daripada sekadar pujian atau jumlah like yang menumpuk di layar.