Gagak Flores, Permata Endemik Indonesia Bersuara Unik
- 20 Feb 2026 11:46 WIB
- Biak
RRI.CO.ID, Biak - Di hutan Flores yang lembap dan sunyi, sering terdengar suara aneh yang membuat orang merinding. Suaranya mirip tangisan bayi dari atas pepohonan. Sumbernya bukan makhluk gaib, melainkan seekor burung langka bernama “Gagak Flores”.
Burung dengan nama ilmiah Corvus florensis ini hanya hidup di Pulau Flores dan sebagian kecil Pulau Rinca. Karena hanya ada di wilayah itu, Gagak ini disebut spesies endemik. Pertama kali dideskripsikan pada tahun 1894, gagak ini dikenal berbeda dari gagak lain.
Ukurannya lebih kecil, sekitar 40 sentimeter, dengan bulu hitam legam dan mata gelap. Paruhnya lebih ramping dibanding gagak pada umumnya. Tubuhnya tidak terlalu besar, tetapi lincah dan cepat bergerak di antara pepohonan hutan yang rapat.
Melansir goodnewsfromindonesia.id, Gagak Flores hidup di hutan primer dan sekunder yang masih lebat dan jarang terlihat di pemukiman manusia. Makanannya beragam, mulai dari serangga, buah, biji-bijian, hingga hewan kecil. Perannya penting bagi hutan karena membantu mengendalikan serangga dan menyebarkan biji.
Keunikan utamanya terletak pada suara. Tidak hanya berbunyi “caw” seperti gagak biasa, tetapi mengeluarkan rintihan bernada tinggi seperti “waa” atau “we-we”, yang sering disamakan dengan tangisan bayi. Saat bersuara, tubuhnya sedikit menunduk dan ekornya diturunkan.
Sayangnya, jumlahnya kini semakin sedikit. Lembaga konservasi seperti BirdLife International mencatat populasinya hanya sekitar 600–1.700 ekor dewasa. Oleh karena itu, IUCN menetapkannya berstatus “Terancam”.
Ancaman terbesarnya adalah hilangnya hutan akibat pembukaan lahan dan pembangunan. Jika habitatnya terus berkurang, bukan tidak mungkin burung unik ini akan semakin sulit ditemukan.
Gagak Flores bukan sekadar burung hutan, namun menjadi bagian dari kekayaan alam Flores dan simbol penting keanekaragaman hayati Indonesia. Menjaganya berarti menjaga cerita alam yang hanya dimiliki Nusantara.