Lulusan Asal Papua Wakili Wisudawan UGM, Tekankan Prinsip Belajar, Berusaha, Berdoa

  • 09 Mar 2026 14:43 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID, Biak - Anugrah A.I. Julio Wejai, lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM) asal Papua, mewakili para wisudawan dalam prosesi Wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan Periode II Tahun Akademik 2025/2026.

Dalam sambutannya, Julio menyampaikan bahwa para lulusan saat ini merupakan generasi digital native yang tumbuh bersama perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan dan media sosial. Namun di tengah kemajuan tersebut, generasi muda juga kerap dipandang sebagai generasi yang mudah rapuh ketika menghadapi tekanan dan realitas kehidupan.

Ia juga menyoroti kekhawatiran terkait bonus demografi yang dapat berubah menjadi tantangan apabila lulusan perguruan tinggi tidak memiliki kesiapan untuk bersaing. Selain itu, Julio menyinggung fenomena yang ia sebut sebagai “matinya kepakaran”, yakni kondisi ketika kebenaran dapat dipelintir oleh algoritma dan kepentingan sesaat di ruang digital.

Untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut, Julio mengaku selama menempuh pendidikan di UGM selalu berpegang pada prinsip 3B, yakni Belajar, Berusaha, dan Berdoa. Ia juga meyakini filosofi Jawa “Urip Iku Urup”, yang berarti hidup tidak hanya sekadar bernapas, tetapi juga memberi manfaat dan penerangan bagi orang lain.

Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UGM merupakan amanah untuk membangun bangsa. Pengalaman mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) juga menjadi bukti bahwa mahasiswa UGM didorong untuk turun langsung ke masyarakat dan merasakan kehidupan di berbagai daerah.

“Mungkin publik menilai lulusan UGM sangat elitis, hanya bersemayam di kota-kota besar, namun kami hendak tegaskan, keilmuan yang kami raih disini adalah amanah membangun bangsa. Pengalaman KKN UGM telah membuktikan bagaimana kami harus turun langsung ke masyarakat, merasakan denyut nadi di garis terluar Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Universitas Gadjah Mada pada periode wisuda kali ini meluluskan sebanyak 1.353 wisudawan dari jenjang Program Sarjana dan Sarjana Terapan. Rinciannya, sebanyak 1.201 lulusan berasal dari Program Sarjana, termasuk enam wisudawan dari luar negeri, serta 152 lulusan Program Sarjana Terapan. Prosesi wisuda ini juga diikuti oleh 20 lulusan dari periode sebelumnya.

Berdasarkan data universitas, wisudawati mendominasi jumlah lulusan dengan total 763 orang atau sekitar 56,39 persen. Sementara lulusan laki-laki tercatat sebanyak 590 orang atau sekitar 43,61 persen.

Upacara wisuda dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kelulusan dari jenjang sarjana merupakan titik awal bagi para lulusan untuk memasuki dunia profesional.

Ia menekankan pentingnya keberanian (audacity) dan keuletan (tenacity) bagi para lulusan dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Menurutnya, bekal pendidikan yang diperoleh selama menempuh studi di UGM diharapkan dapat menjadi dasar kuat bagi para lulusan untuk berkiprah di tingkat nasional maupun global.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa sebagai lulusan dari perguruan tinggi yang menjunjung nilai kerakyatan, para alumni UGM diharapkan tetap rendah hati serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

“Gunakan modal sosial ini sebagai pintu masuk menuju dunia yang kalian cita-citakan. Semoga kesuksesan dan kelancaran karier ke depan menyertai kalian semua,” ujarnya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita