Ratusan Keluarga Duka OAP Terima Bantuan Duka

  • 21 Jan 2026 19:55 WIB
  •  Biak

RRI.CO.ID,Biak - Bupati Biak Numfor Markus Oktovianus Mansnembra bersama Wakil Bupati Jimmy Carter Rumbarar Kapissa memberikan perhatian serius terhadap pelayanan kesehatan dan bantuan duka khusus bagi Orang Asli Papua (OAP)sebagai salah satu program prioritas.

“Saya berharap dengan adanya kebijakan bantuan duka ini, bisa meringankan beban keluarga yang ditinggalkan,” ujar Bupati Biak Numfor Markus Oktovianus Mansnembra disela kegiatan inspeksi mendadak ke RSUD Biak Selasa, 20 Januari 2026.

Bupati kepada awak media mengatakan, sesuai laporan manajemen RSUD Biak, sejak 2025 hingga saat ini, pemerintah daerah telah merealisasikan bantuan duka kepada keluarga yang berduka sebanyak 470 keluarga.

Adapun bantuan duka yang diberikan pemerintah daerah melalui RSUD Biak meliputi peti jenasah, pakaian dan sejumlah kelengkapan lainnya upaya meringankan beban keluarga yang mengalami duka, sekaligus untuk memastikan keluarga duka tidak sendirian dalam menghadapi kedukaan.

Menurut Bupati Markus, bantuan duka yang diberikan hendaknya jangan dinilai dari seberapa besarnya, namun bentuk perhatian pemerintah daerah , dalam meringankan beban keluarga khusus OAP yang sedang berduka.

Ia menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada tenaga medis dan manajemen RSUD Biak, yang telah memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal bagi masyarakat Kabupaten Biak Numfor dan berharap terus ditingkatkan di tahun 2026 ini.

“Sebagai Bupati saya sangat bersyukur, karena ditengah kedukaan, pemerintah hadir untuk meringankan beban keluarga, meskipun jumlahnya tidak seberapa, namun bisa bermanfaat,” ujarnya

Bupati Markus Mansnembra mengakui kendati tahun 2026 ini masih terjadi pemangkasan anggaran oleh pemerintah pusat, namun tetap memberikan perhatian serius terhadap program bantuan duka khusus bagi OAP melalui dana otonomi khusus.

Ia mengatakan, bantuan duka ini sangat penting, karena berdampak signifikan terhadap keluarga yang ditinggalkan, mencakup aspek ekonomi, sosial, hingga psikologis, bahkan tidak menambah beban utang keluarga.

Rekomendasi Berita