Raja Ampat ditetapkan sebagai Cagar Biosfer Dunia UNESCO

  • 01 Okt 2025 13:26 WIB
  •  Biak

KBRN, Biak : UNESCO resmi menetapkan Kepulauan Raja Ampat sebagai Cagar Biosfer Dunia (Biosphere Reserve), melalui sidang 37th International Coordination Council (ICC) Program Man and the Biosphere (MAB) di Lin'an, Hangzhou, China, pada Sabtu 27 September 2025.

Dengan status baru ini, Raja Ampat menjadi Cagar Biosfer ke-21 di Indonesia sekaligus memperkuat posisinya sebagai kawasan konservasi kelas dunia. Penetapan ini karena melihat Raja Ampat sendiri dikenal sebagai “jantung keanekaragaman hayati laut dunia”. Bahkan ada 75% spesies karang dunia dan rumah bagi ratusan spesies ikan karang, moluska, mamalia laut, penyu, hiu, pari, dan sebagainya

Tidak hanya itu, Raja Ampat punya keberagaman budaya lokal yang kuat, sehingga menambah kekayaan dari segi ekologi juga. Misalnya, ada jejak budaya seperti egg stone, lukisan batu, dan upacara tradisional. Cagar biosfer Raja Ampat mencakup wilayah seluas sekitar 135.000 kilometer persegi dengan lebih dari 610 pulau, di mana hanya 34 pulau yang dihuni sekitar 275 juta orang di dalamnya.

Penetapan tersebut merupakan pengakuan internasional kedua setelah Raja Ampat lebih dulu dinobatkan sebagai UNESCO Global Geopark pada 2023. Kini, status baru sebagai Cagar Biosfer Dunia UNESCO tersebut memperkuat upaya untuk menjaga terumbu karang, mangrove, dan satwa langka dari ancaman tambang & overfishing.

Rekomendasi Berita