Kebiasaan Mengorek Kuping: Nyaman Sesaat, Risiko Berkepanjangan

  • 25 Feb 2026 22:07 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Mengorek kuping sering dianggap kebiasaan sepele. Rasa gatal atau tidak nyaman membuat banyak orang spontan mengambil cotton bud atau benda kecil lainnya. Padahal kebiasaan ini bisa menimbulkan dampak kesehatan telinga jika dilakukan terlalu sering atau dengan cara yang salah.

Kenapa Kuping Terasa Gatal?

Telinga sebenarnya memiliki mekanisme membersihkan diri. Kotoran telinga atau serumen berfungsi melindungi saluran telinga dari debu, bakteri, dan serangga kecil. Rasa gatal bisa muncul karena:

Kulit telinga kering, penumpukan kotoran

atau alergi ringan dan kebiasaan telinga sering kemasukan air

1. Risiko Mendorong Kotoran Semakin Dalam

Alih-alih membersihkan, mengorek kuping justru sering mendorong kotoran masuk lebih dalam ke saluran telinga. Hal ini dapat menyebabkan sumbatan dan menurunkan pendengaran sementara.

Menurut Mayo Clinic, penggunaan cotton bud berisiko mendorong serumen lebih dalam dan menyebabkan penyumbatan telinga.

2. Bisa Melukai Saluran Telinga

Kulit di dalam telinga sangat tipis dan sensitif. Mengorek kuping dengan benda keras atau tajam dapat menyebabkan lecet kecil, iritasi, bahkan infeksi.

Jika luka terjadi, bakteri lebih mudah masuk dan menimbulkan nyeri atau cairan dari telinga.

3. Risiko Infeksi Telinga

Telinga yang sering dikorek kehilangan lapisan pelindung alaminya. Akibatnya, bakteri dan jamur lebih mudah berkembang.

4. Memicu Ketergantungan

Mengorek kuping memberi sensasi lega sesaat, sehingga tanpa sadar menjadi kebiasaan berulang. Semakin sering dikorek, telinga justru makin terasa gatal sebuah siklus yang sulit dihentikan.

5. Berisiko Merusak Gendang Telinga

Jika dilakukan terlalu dalam atau tidak sengaja tersentak, kebiasaan mengorek kuping bisa melukai gendang telinga. Dampaknya bisa berupa nyeri hebat hingga gangguan pendengaran.

Rekomendasi Berita