Mengenal Kepulauan dan Suku Melayu
- 12 Mar 2026 09:02 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan- Kepulauan Melayu adalah kepulauan yang terletak di antara Asia Tenggara daratan dan benua Australia. Dalam hal politik, wilayah ini meliputi negara Indonesia, Filipina, Singapura, Brunei, Timor Leste dan Malaysia Timur dan tergantung konsepnya, terkadang juga meliputi wilayah Papua dan sekitarnya (termasuk Papua Nugini). Dalam sejarah, wilayah ini juga dikenal dengan nama lain seperti Nusantara, Kepulauan Hindia Timur, Kepulauan Indo-Australia dan Kepulauan Indonesia.
Disebut demikian karena wilayah ini mayoritas dihuni oleh ras Melayu, yang menyebar di seantero kepulauan seluas kurang lebih 2 juta km persegi. Total populasi sebanyak 350 juta jiwa, mencakup ras Austronesia. Ini merupakan kepulauan yang terbesar dan mempunyai paling banyak gunung berapi di dunia. Pulau terbesarnya adalah Papua, Kalimantan, Sumatra, dan pulau dengan penduduk terbanyak adalah Jawa.
Secara umum, kepulauan ini terbagi menjadi empat bagian yaitu:
Kepulauan Sunda (Kepulauan Sunda Besar dan Kepulauan Sunda Kecil), Kepulauan Maluku, Kepulauan Filipina (Negara Filipina), Kepulauan Papua (Papua dan Papua Nugini).
Iklim di kepulauan ini adalah tropis karena kedudukannya di sekitar khatulistiwa
Sementara Suku Melayu adalah salah satu kelompok etnis di wilayah Austronesia yang menempati wilayah pesisir timur Sumatra, Semenanjung Malaya, dan beberapa wilayah di Kalimantan. Selain itu, kelompok etnis ini juga dapat dijumpai di pulau-pulau kecil yang tersebar di antara wilayah besar tersebut.
Wilayah-wilayah persebaran ini sering kali disebut sebagai dunia Melayu. Wilayah-wilayah tersebut pada masa sekarang merupakan bagian dari negara Malaysia, Indonesia (Sumatra bagian timur dan selatan, serta Kalimantan), bagian selatan Thailand (Pattani, Satun, Songkhla, Yala, dan Narathiwat), Singapura, dan Brunei Darussalam.
Terdapat beberapa perbedaan unsur bahasa, kebudayaan, kesenian, dan keberagaman sosial di antara sub-kelompok turunan dari bangsa Melayu. Hal ini dikarenakan suku Melayu inti menyebar ke berbagai penjuru wilayah dunia Melayu, sehingga terjadi asimilasi sub-kelompok turunan Melayu dengan beberapa kelompok etnis daerah tertentu di wilayah Asia Tenggara Maritim.
Secara historis, populasi suku Melayu merupakan turunan langsung dari orang-orang suku Austroasiatik Austronesia yang menuturkan bahasa-bahasa Melayik yang menjalin kontak dan perdagangan dengan kerajaan, kesultanan, ataupun pemukiman tertentu, terutama dengan kerajaan Brunei, Kedah, Langkasuka, Gangga Negara, Chi Tu, Nakhon Si Thammarat, Pahang, Melayu dan Sriwijaya.