Asal Usul Tradisi Mudik Lebaran
- 11 Mar 2026 22:43 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Tradisi mudik saat lebaran sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Setiap tahun, jutaan orang melakukan perjalanan dari kota tempat mereka bekerja menuju kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga. Tradisi ini bahkan menjadi fenomena sosial terbesar yang terjadi menjelang Hari Raya Idulfitri.
Istilah “mudik” sendiri dipercaya berasal dari bahasa Jawa, yaitu kata “mulih dilik” yang berarti pulang sebentar ke kampung halaman. Seiring waktu, istilah tersebut kemudian disingkat menjadi “mudik” dan digunakan secara luas oleh masyarakat Indonesia. Tradisi ini identik dengan momen kembali ke daerah asal untuk bersilaturahmi dengan keluarga.
Sejumlah sejarawan menyebut tradisi mudik sebenarnya sudah ada sejak masa kerajaan di Pulau Jawa. Pada masa itu, masyarakat yang merantau ke wilayah lain akan kembali ke kampung halaman pada waktu-waktu tertentu untuk membersihkan makam leluhur serta berkumpul bersama keluarga. Kebiasaan ini kemudian berlanjut dan semakin kuat ketika Islam berkembang di Nusantara.
Memasuki masa kolonial hingga awal kemerdekaan, urbanisasi mulai meningkat karena banyak masyarakat desa bekerja di kota. Saat Hari Raya Idulfitri tiba, para perantau memanfaatkan momen libur untuk pulang ke kampung halaman. Dari sinilah tradisi mudik lebaran semakin populer dan menjadi kebiasaan tahunan.
Fenomena mudik semakin besar sejak era pembangunan pada tahun 1970-an, ketika banyak masyarakat berpindah dari desa ke kota besar untuk bekerja. Kota-kota seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya menjadi tujuan utama para perantau. Saat lebaran, mereka kembali ke kampung halaman untuk merayakan hari raya bersama keluarga dan kerabat.
Selain sekadar pulang kampung, mudik juga memiliki makna sosial dan budaya yang kuat. Tradisi ini menjadi momen mempererat silaturahmi, meminta maaf, serta menjaga hubungan kekeluargaan. Tidak heran jika banyak orang rela menempuh perjalanan jauh dan menghadapi kemacetan demi bisa berkumpul bersama orang tercinta.
Kini, mudik lebaran tidak hanya menjadi tradisi, tetapi juga fenomena nasional yang mendapat perhatian besar dari pemerintah. Berbagai persiapan dilakukan setiap tahun untuk mengatur arus transportasi dan memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan nyaman. Tradisi ini pun tetap bertahan sebagai salah satu budaya khas Indonesia dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.