Dinkes Kota Bogor Tingkatkan Kewaspadaan Penyakit Virus Nipah
- 07 Feb 2026 19:54 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Dinas Kesehatan Kota Bogor meningkatkan kewaspadaan dini menyusul ditemukannya kasus penyakit virus Nipah di West Bengal, India, pada Januari 2026. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi dan perlindungan kesehatan masyarakat di Kota Bogor.
Dilansir dari laman Dinkes Kota Bogor, Penyakit virus Nipah merupakan penyakit emerging zoonotik yang disebabkan oleh virus Nipah dari genus Henipavirus famili Paramyxoviridae. Virus ini ditularkan dari hewan ke manusia, dengan kelelawar buah dari famili Pteropodidae sebagai host alaminya.
Penyakit virus Nipah pertama kali diidentifikasi pada wabah yang terjadi di Sungai Nipah, Malaysia, pada tahun 1998 hingga 1999 dan berdampak hingga Singapura. Dari wabah tersebut dilaporkan ratusan kasus konfirmasi dengan tingkat kematian yang cukup tinggi.
Penularan virus Nipah pada manusia dapat terjadi melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi saliva, urin, atau feses kelelawar, seperti buah yang tidak dicuci bersih atau nira mentah. Selain itu, kontak langsung dengan hewan perantara yang terinfeksi, terutama babi, juga menjadi sumber penularan penting.
Virus Nipah juga dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak erat dengan penderita, terutama melalui paparan cairan tubuh seperti air liur, sekret pernapasan, darah, atau urin. Penularan ini berisiko terjadi pada anggota keluarga, perawat, serta tenaga kesehatan tanpa penerapan pencegahan dan pengendalian infeksi yang memadai.
Secara global, kasus penyakit virus Nipah telah dilaporkan di Bangladesh, India, Malaysia, Filipina, dan Singapura. Kasus terakhir dilaporkan pada 14 Januari 2026 di West Bengal sebanyak dua kasus konfirmasi dan tiga kasus suspek, yang seluruhnya merupakan tenaga kesehatan.
Hingga saat ini belum dilaporkan adanya kasus konfirmasi penyakit virus Nipah pada manusia di Indonesia. Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit virus Nipah, Dinas Kesehatan Kota Bogor telah melaksanakan sejumlah upaya sebagai berikut:
Melakukan pemantauan dini terhadap perkembangan kasus dan wilayah terdampak di tingkat global melalui sumber resmi WHO, Kementerian Kesehatan, serta media cetak dan media elektronik.
Berpartisipasi dalam Webinar “Kewaspadaan terhadap Ancaman Penyakit Virus Nipah” yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada Senin, 2 Februari 2026.
Melakukan pemantauan dan validasi tren kasus suspek meningitis atau ensefalitis, Influenza Like Illness, Severe Acute Respiratory Infection, ISPA, dan pneumonia melalui aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon.
Melaksanakan kegiatan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan peran aktif dalam upaya pencegahan penyakit virus Nipah.
Menerbitkan Surat Edaran tentang Kewaspadaan Dini terhadap Kasus Penyakit Virus Nipah di Kota Bogor pada Senin, 2 Februari 2026.
Dinas Kesehatan Kota Bogor mengajak masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum dipastikan kebenarannya, dengan selaDinas Kesehatan Kota Bogor mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta waspada dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat dan segera ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala infeksi berat.lu mengacu pada sumber informasi resmi pemerintah. mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat serta segera mengunjungi fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala penyakit infeksi berat.