WALHI Desak BGN Gunakan Wadah Ramah Lingkungan

  • 08 Mar 2026 19:58 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor -Kemasan makan bergizi gratis (MBG), mendapat sorotan dari aktivis lingkungan hidup WALHI. Mereka menyoroti penggunaan plastik dan stereofoam yang digunakan untuk mendistribusikan program MBG ternyata memiliki resiko terhadap kesehatan dan mengancam kelestarian lingkungan.

Praktisi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 sekaligus aktivis WALHI Nasional, Dwi Retnastuti, menyatakan keprihatinannya atas temuan di lapangan. Menurutnya, kemasan plastik dan styrofoam termasuk dalam kategori sampah B3 rumah tangga yang mengandung zat stirena. Zat ini berisiko bermigrasi ke makanan dan membahayakan tubuh manusia.

"Bayangkan satu anak mendapatkan empat sampai lima kemasan plastik ditambah kantong kresek. Dengan jutaan anak penerima MBG, volume sampah yang dihasilkan sangat masif," ujar Dwi pada Minggu, 8 Maret 2026.

Dwi menambahkan selama bulan Ramadan 1447 Hijriah ini, terjadi peningkatan volume sampah plastik hingga 40 persen. Ia mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera mensosialisasikan penggunaan wadah ramah lingkungan kepada 24.000 SPPG di seluruh Indonesia.

Solusi yang ditawarkan meliputi penggunaan daun pisang, besek, hingga wadah stainless steel atau thinwall yang dapat digunakan kembali. Di sisi lain, ketegasan mulai ditunjukkan oleh BGN dalam mengawasi operasional penyedia makanan.

Berdasarkan informasi resmi melalui Hotline 127 pada 3 Maret 2026, BGN resmi menutup 43 dapur SPPG di berbagai daerah karena kedapatan menyajikan menu yang tidak sesuai standar operasional. Penutupan ini dilakukan setelah melalui proses verifikasi lapangan, pemeriksaan dokumen, serta evaluasi menyeluruh terhadap kepatuhan operasional selama bulan Ramadan.

Ke-43 SPPG yang ditutup tersebar di beberapa wilayah, di antaranya 17 lokasi di Jawa Timur, 7 di Jawa Barat, 5 di Nusa Tenggara Barat, serta beberapa titik lainnya di Banten, Jakarta, Jawa Tengah, Kalimantan, Sumatera, dan Kepulauan Riau.

Rekomendasi Berita