Pemerintah Percepat Imunisasi Anak untuk Cegah Campak
- 08 Mar 2026 23:07 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan campak menjelang masa mudik dan libur Lebaran. Mobilitas masyarakat yang meningkat selama periode tersebut dinilai berpotensi memperbesar risiko penyebaran penyakit, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
Dikutip dari laman Kemenkes RI, pada Minggu, 8 Maret 2026, data hingga minggu kedelapan tahun 2026 menunjukkan terdapat lebih dari sepuluh ribu suspek campak di Indonesia. Selain itu, tercatat puluhan kejadian luar biasa (KLB) campak yang terjadi di sejumlah kabupaten dan kota di berbagai provinsi.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni mengatakan pemerintah terus melakukan langkah cepat untuk mengendalikan penyebaran penyakit tersebut.
“Tren kasus campak meningkat pada Januari, namun sudah mulai menurun di bulan Februari 2026. Pemerintah terus melakukan aksi cepat untuk mencegah penularan yang lebih luas,” kata Andi Saguni.
Ia menambahkan, meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Lebaran dapat memicu terjadinya penularan penyakit menular jika tidak diantisipasi dengan baik. Karena itu masyarakat diminta tetap waspada, terutama bagi anak-anak yang belum menerima imunisasi lengkap.
“Menjelang mudik Lebaran, aktivitas warga akan terus meningkat, sehingga potensi kerumunan lebih besar. Karena itu masyarakat perlu tetap waspada terhadap penularan campak,” ujarnya.
Sebagai langkah pengendalian, pemerintah mempercepat pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) serta imunisasi kejar campak-rubella di berbagai daerah yang terdampak maupun berisiko. Program tersebut menyasar lebih dari seratus kabupaten dan kota dengan target utama anak usia 9 hingga 59 bulan selama Maret 2026.
Layanan imunisasi dilakukan melalui berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas, posyandu, hingga satuan pendidikan anak usia dini dan taman kanak-kanak. Beberapa layanan juga disediakan di tempat ibadah dan pos pelayanan mudik untuk menjangkau lebih banyak anak.
Andi Saguni juga mengimbau para orang tua untuk memastikan status imunisasi anak mereka sudah lengkap. Ia menegaskan bahwa vaksinasi merupakan cara paling efektif untuk melindungi anak dari risiko tertular campak.
“Kami menghimbau dan mengajak orang tua untuk segera memeriksa status imunisasi anaknya, jika belum lengkap maka harus langsung di lengkapi. Imunisasi merupakan sebuah perlindungan paling efektif untuk mencegah campak,” ujarnya.
Selain imunisasi, masyarakat juga diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan dengan sabun, menerapkan etika batuk, serta menggunakan masker saat berada di kerumunan. Upaya ini penting untuk menekan potensi penularan penyakit menular di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.