Pemerintah Jamin Ketersediaan Vaksin MR untuk Percepat Pengendalian Campak

  • 08 Mar 2026 23:16 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memastikan ketersediaan vaksin campak-rubella (MR) di Indonesia dalam kondisi mencukupi. Ketersediaan ini disiapkan untuk mendukung percepatan program imunisasi guna menekan peningkatan kasus campak di sejumlah wilayah.

Dikutip dari laman resmi Kemenkes RI, pada Minggu, 8 Maret 2026, Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Rizka Andalusia menyatakan penyediaan vaksin merupakan salah satu faktor penting dalam pengendalian wabah campak. Selain vaksinasi, pemerintah juga terus memperkuat surveilans dan deteksi dini kasus di berbagai daerah.

“Dalam menghadapi kejadian campak ini, penyediaan vaksin menjadi hal paling penting selain kegiatan surveilans. Pemerintah juga merencanakan percepatan pelaksanaan imunisasi di wilayah dengan jumlah kasus tinggi,” kata Rizka.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah terus mempercepat pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) di daerah yang memiliki risiko tinggi penularan campak. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan cakupan imunisasi dan mempercepat pengendalian penyebaran penyakit tersebut.

“Pemerintah memastikan stok vaksin tersedia dan distribusi terus dilakukan dari pusat ke daerah. Terutama untuk wilayah yang persediaan vaksinnya mulai menurun,” ujarnya.

Berdasarkan data per 6 Maret 2026, stok vaksin MR di tingkat pusat mencapai sekitar 9,5 juta dosis. Sementara itu sekitar 6,6 juta dosis telah didistribusikan ke berbagai daerah melalui dinas kesehatan hingga fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas.

Pemantauan ketersediaan vaksin dilakukan melalui sistem Satu Sehat Logistik yang memungkinkan pemerintah memonitor stok secara real time hingga tingkat puskesmas. Hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar provinsi memiliki persediaan vaksin yang cukup untuk beberapa bulan ke depan.

“Vaksin yang digunakan dalam program imunisasi nasional telah melalui evaluasi terkait keamanan, mutu, dan khasiat. Vaksin tersebut juga telah memperoleh izin edar dari Badan POM sehingga dipastikan aman digunakan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa efek samping vaksin MR umumnya ringan dan bersifat sementara, seperti demam ringan atau kemerahan di area suntikan. Reaksi tersebut biasanya akan hilang dalam waktu singkat setelah imunisasi dilakukan.

“Informasi yang menyebutkan vaksin mengandung microchip atau senjata biologis adalah hoaks. Vaksin hanya berisi komponen biologis yang berfungsi merangsang sistem imun tubuh,” kata Rizka.

Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap. Partisipasi masyarakat dinilai sangat penting untuk melindungi anak-anak dari risiko campak serta mencegah komplikasi yang lebih serius.

Rekomendasi Berita