Rumah Baca Anjangsana, Akses Literasi untuk Semua
- 25 Feb 2026 21:59 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Rumah Baca Anjangsana hadir sebagai ruang literasi mandiri di Tajur, Kota Bogor. Inisiatif ini digagas oleh Ryan Rinaldy bersama istrinya, yang ingin mewujudkan mimpi masa kecil mereka memiliki tempat untuk membaca dan meminjam buku.
“Awalnya ini mimpi masa kecil kami. Dulu kami suka baca komik, buku, bahkan sering ke rental komik dan sewa novel. Dari situ muncul keinginan untuk punya rumah baca sendiri,” ujar Ryan.
Rumah baca ini dirintis sejak Desember 2024 setelah pasangan ini terinspirasi perjalanan mereka ke Vietnam, di mana mereka melihat konsep kafe yang memanfaatkan rumah untuk aktivitas kreatif.
Rumah keluarga yang sudah lima tahun kosong menjadi lokasi yang tepat untuk dijadikan perpustakaan. Persiapan rumah baca dilakukan secara mandiri dengan dukungan orang tua, dan akhirnya resmi dibuka pada Oktober 2025.
“Tujuan kami sederhana, ingin buku yang biasanya dibeli tapi jarang dibaca bisa bermanfaat untuk banyak orang. Kami juga ingin memberikan akses membaca yang lebih murah dan mudah bagi masyarakat,” kata Ryan.
Keberadaan Anjangsana menarik minat pengunjung dari berbagai daerah. Selain warga Bogor, banyak pengunjung datang dari Sukabumi, Jakarta, Cikarang, dan Tangerang. Beberapa pengunjung rela berangkat pagi-pagi agar dapat membaca sejak rumah baca buka pukul 08.00 WIB.
Awalnya rumah baca ini hanya menggunakan koleksi pribadi Ryan dan istrinya. Namun seiring waktu, banyak warga yang mendonasikan buku, baik dari Bogor maupun dari luar kota, termasuk melalui media sosial. Hal ini membuat rumah baca berkembang menjadi usaha kolektif, bukan hanya upaya pribadi.
Sejak awal, Rumah Baca Anjangsana hanya buka pada Sabtu dan Minggu karena Ryan dan istrinya memiliki pekerjaan lain di hari kerja. Namun dengan meningkatnya antusiasme pengunjung, pasangan ini berencana menambah jam operasional setelah Lebaran agar lebih banyak orang bisa menikmati fasilitas rumah baca.
Ryan berharap keberadaan Anjangsana dapat terus berkembang, baik dari koleksi buku maupun kegiatan literasi.
Rumah Baca Anjangsana kini menjadi contoh nyata bagaimana inisiatif pribadi dan semangat kolektif bisa menghadirkan akses literasi yang lebih luas bagi masyarakat.