Film Badik Tawarkan Khazanah Budaya Bugis-Makassar
- 06 Nov 2025 16:25 WIB
- Bone
KBRN, Bone: Film yang mengangkat tema budaya dalam ceritanya turut meramaikan penayangan slot film layar lebar di bioskop, salah satunya berjudul Badik. Film ini seolah menjadi warna baru di industri perfilman ditengah dominasi genre horor.
Fachrul Muchsen, Jurnalis Senior Demi Film Indonesia menjelaskan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk mengangkat film yang bernilai kearifan lokal dengan pendekatan kultural. “Tidak hanya Bugis-Makassar, ada Solata dari Toraja, kemudian juga ada pendekatan Jawa dengan mistik kejawennya, dan juga banyak tarian-tarian mistis yang justru cenderung hadir dari teman-teman Sunda Kahuripan dll”, jelasnya saat dikonfirmasi rri.co.id, Kamis (6/11/2025).
Menurut Fachrul, film-film budaya memiliki prospek yang baik untuk semakin berkembang. “Karena budaya itu adalah pola perilaku, kebiasaan yang sudah terjadi di masa lalu dan kemudian terkait dengan masa kekinian. Sehingga film pahlawan atau legend yang sangat berhubungan dengan aktivitas kita, itu pasti sangat disukai”, jelas Fachrul yang akrab disapa Arul itu.
Eksekutif Produser, Rara Maira menekankan badik sebagai sebuah identitas suku Bugis-Makassar yang melambangkan siri na pacce. “Lewat film ini kita bisa mendapatkan edukasi tentang bagaimana sebenarnya badik itu, terutama untuk remaja bahwa badik itu tidak dipakai untuk kekerasan”, jelas Rara Maira.
Disamping itu, di film ini juga dijelaskan tentang filosofi tiga ujung (tellu cappa) yakni, ujung lidah, ujung kemaluan dan ujung badik. Falsafah ini menekankan pentingnya kecerdasan dalam berbicara, mengendalikan diri dan nafsu serta kemampuan untuk berjuang dan membela diri.
Rara Maira yang juga memerankan tokoh Amma’ (Ibu dari Unru) itu berharap film budaya juga bisa diberikan kesempatan untuk mendapatkan ketersediaan layar yang banyak karena itu akan sangat menunjang. “Sebaik apapun filmnya, kalau layarnya kurang, kita tidak akan mampu bersaing dengan yang lain”, ujarnya.