Fakta Unik Majalah Bobo
- 26 Sep 2025 17:39 WIB
- Bone
KBRN, Bone: Majalah Bobo yang berslogan "Teman Bermain dan Belajar" itu telah menemani generasi Indonesia selama lima dekade lebih dengan beragam informasi yang menarik dan edukatif. Majalah ini dikemas dengan sangat apik hingga masih tetap eksis hingga saat ini.
Meski hadir dalam format yang edukatif, namun Bobo terus mempertahankan eksistensinya di dunia digital dan cetak, terbukti dengan penerbitan edisi-edisi baru. Sejak awal terbitnya, tak terhitung lagi seberapa banyak anak-anak yang menjadikan Bobo sebagai bagian dari masa kecilnya.
Berikut Fakta unik Majalah Bobo yang dikutip dari edoo.id :
1. Berawal dari Harian Kompas
Pada mulanya, harian Kompas ingin membuat halaman yang dikhususkan untuk anak-anak dan terbit pertama kali pada tahun 1965. Setelah itu munculah sebuah ide brilian dari pendiri surat kabar yaitu P.K. Ojong dan Jakob Oetama, untuk mengembangkan menjadi suatu majalah anak-anak yang saat ini kita sebut majalah Bobo.
Mereka lantas mempercayakan tanggung jawab dalam pengembangan majalah tersebut kepada J. Adi Subrata dan Tineke Latumeten. Adi Subrata merupakan salah satu pendiri majalah Intisari dan aktif sebagai wartawan harian di Kompas. Tineke Latumeten juga merupakan wartawan harian Kompas.
2. Majalah Anak Pertama Indonesia yang Diadaptasi dari Belanda
Akhirnya Harian Kompas memutuskan untuk kerja sama dengan majalah Bobo Belanda untuk membuat majalah Bobo versi Indonesia. P.K Ojong dan Jakob Oetama membeli lisensi penerbitan dari majalah Bobo Belanda. Selanjutnya mereka mempunyai ide untuk menggabungkan rubrik anak-anak di Harian Kompas sebanyak 16 halaman dengan Bobo versi Belanda. Kala itu majalah Bobo semua halamannya masih memakai kertas koran, dan menjadi majalah anak-anak pertama yang berwarna.
Berangkat dari banyaknya peminat di Indonesia, akhirnya isi majalah bobo seluruhnya dikerjakan oleh tim redaksi majalah Bobo di Indonesia. Meskipun dulunya majalah Bobo merupakan hasil terjemahan dan konsep awal dari majalah Bobo Indonesia mencakup 75 hingga 80 persen murni dari Belanda, sedangkan bagian murni yang dihasilkan redaksi di Indonesia adalah konsep cerita Bobo saja.
Namun, sejak menerapkan revolusi tahun 1980-an dengan berkat upaya negoisasi rutin dilakukan oleh Tineke Latumeten yang rajin ke Belanda. Akhirnya pada periode tersebut isi majalah Bobo secara mayoritas resmi lepas dari pengaruh Belanda, dan sekarang isinya pun makin variatif.
3. Nama-Nama Karakter Terinspirasi dari Nama Belanda
Majalah Bobo yang awalnya berasal dari Negeri Kincir Angin, beberapa karakter dalam majalah tersebut diberi nama dari majalah aslinya, Misalnya seperti Bibi Teliti dari nama aslinya Pieta Secuur dan Paman Gembul yang merupakan translitan nama Oom Slokop. Ada lagi Upik yang diambil dari nama Boemsi, Bibi Tutup Pintu yang diambil dari nama Tante Deur-Dicht, Tut-tu dari nama Tsjoek-tsjoek, dan Coreng diambil dari nama Krabbel, sedangkan untuk nama Bobo akan tetap diberi nama Bobo.
4. Bobo dalam Dunia Nyata Punya Channel Youtube
Bobo punya channel youtubenya sendiri loh. Kita dapat melihatnya di akun youtube Bobo Belanda dengan nama channelnya adalah Bobo • Officieel Kanaal!. Di channel youtubenya tidak perlu membayangkan lagi sosok rumah para kelinci yang berada di atas pohon, semua tampak asli layaknya kehidupan manusia normal pada umumnya.
5. Meskipun Berasal dari Belanda, Namun ada Beberapa Rubrik Asli Indonesia
Meski majalah Bobo aslinya berasal dari Belanda, namun ada beberapa rubrik di dalam majalah Bobo yang hanya ada dalam majalah Bobo di Indonesia, seperti Oki dan Nirmala serta Si Gajah Kecil Berbelalai Panjang yaitu Bona dan Rongrong.