Guru di Bone Manfaatkan Aplikasi Digital untuk Pembelajaran Inovatif
- 20 Okt 2025 19:03 WIB
- Bone
KBRN, Bone: Transformasi pendidikan di era digital terus berkembang, termasuk di Kabupaten Bone. Pemanfaatan teknologi kini menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran di berbagai sekolah, tidak terkecuali di SDIT Amir Fil Jannah Bajoe. Para guru mulai mengintegrasikan berbagai aplikasi digital untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif.
Kepala SDIT Amir Fil Jannah Bajoe, Muhammad Salim, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa penggunaan teknologi telah mempermudah proses belajar mengajar. Guru memanfaatkan berbagai aplikasi untuk mendukung kegiatan pembelajaran, sementara siswa dapat mengakses materi pelajaran kapan pun dan di mana pun melalui jaringan internet. Bahkan, orang tua kini bisa memantau perkembangan belajar anaknya lewat layanan digital yang disediakan sekolah.
“Sekolah kami konsisten menerapkan pembelajaran berbasis digital. Kami sudah mengajarkan mata pelajaran TIK untuk siswa kelas 4, 5, dan 6 agar mereka terbiasa dengan penggunaan teknologi,” jelas Salim kepada rri. co.id, Senin (20/10/2025).
Ia menambahkan, transformasi ini tidak hanya menyesuaikan dengan tuntutan kurikulum, tetapi juga untuk menumbuhkan literasi digital dan keterampilan abad ke-21 bagi para siswa.
Dalam praktiknya, guru-guru di SDIT Amir Fil Jannah merancang pengalaman belajar yang interaktif dengan memanfaatkan video pembelajaran, kuis digital, dan aplikasi seperti Canva, Wordwall, Quizizz, serta platform e-ujian. Pendekatan ini terbukti mampu meningkatkan motivasi serta partisipasi aktif siswa dalam proses belajar.
Meski demikian, tantangan tetap ada. Tidak semua guru memiliki kemampuan digital yang memadai. Namun, sekolah terus berupaya meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan, baik secara mandiri maupun bekerja sama dengan berbagai instansi. “Guru harus terus belajar dan berinovasi. Jangan takut dengan perubahan. Teknologi seharusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan menyiapkan generasi yang siap menghadapi masa depan,” tutup Muhammad Salim.