Tiga Pilar Prapaskah:Berdoa,Berpuasa,dan Berderma

  • 05 Mar 2026 19:16 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID,Boven Digoel – Masa Prapaskah menjadi waktu penting bagi umat Katolik untuk memperdalam iman serta memperbaiki hubungan dengan Tuhan dan sesama. Dalam periode ini, Gereja mengajak umat menghidupi tiga pilar utama Prapaskah, yakni berdoa, berpuasa, dan berderma.

Ketiga pilar tersebut menjadi pedoman rohani bagi umat dalam menjalani masa pertobatan selama 40 hari menjelang perayaan Paskah. Melalui praktik tersebut, umat diajak semakin mendekatkan diri kepada Tuhan sekaligus membangun kepedulian terhadap sesama.

Pilar pertama adalah doa. Dalam kehidupan iman Katolik, doa tidak sekadar rutinitas, tetapi menjadi sarana untuk mendengarkan sabda Tuhan dan mempererat hubungan spiritual dengan-Nya. Selama masa Prapaskah, umat dianjurkan untuk lebih tekun mengikuti Perayaan Ekaristi, membaca Kitab Suci, serta meluangkan waktu untuk doa pribadi maupun doa bersama keluarga.

Pilar kedua adalah puasa. Puasa dimaknai sebagai latihan menahan diri dari berbagai keinginan, terutama dalam hal makanan dan kebiasaan tertentu. Melalui puasa, umat diajak belajar mengendalikan diri serta menyadari bahwa manusia tidak hanya bergantung pada hal-hal duniawi. Selain puasa, umat Katolik juga menjalankan pantang, seperti tidak mengonsumsi daging atau menahan diri dari makanan kesukaan pada hari-hari tertentu selama masa Prapaskah.

Sementara itu, pilar ketiga adalah berderma atau amal kasih. Berderma berarti berbagi dengan sesama, khususnya mereka yang membutuhkan. Bentuknya dapat berupa bantuan materi, dukungan moral, maupun perhatian kepada orang yang sedang mengalami kesulitan.

Semangat berderma mengingatkan umat bahwa iman tidak hanya diwujudkan melalui doa, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam kehidupan sosial. Dengan berbagi, umat diajak meneladani kasih Tuhan yang hadir bagi semua orang tanpa membeda-bedakan.

Melalui tiga pilar Prapaskah tersebut, umat Katolik diharapkan dapat menjalani masa pertobatan dengan lebih sungguh-sungguh. Doa membantu umat semakin dekat dengan Tuhan, puasa melatih pengendalian diri, sementara derma menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Dengan demikian, masa Prapaskah tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga kesempatan untuk memperbarui iman, memperbaiki diri, serta menumbuhkan kasih dalam kehidupan sehari-hari.

Rekomendasi Berita