Nakes Yaniruma Harapkan Perbaikan Bandara dan Fasilitas Ambulans
- 11 Mar 2026 09:25 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel – Tenaga kesehatan dari Distrik Yaniruma menyampaikan sejumlah kendala pelayanan kesehatan, di wilayah terpencil Kabupaten Boven Digoel. Hal tersebut disampaikan perawat distrik Yaniruma, Hose Halihatu, dalam pertemuan bersama pemerintah provinsi.
Ia menjelaskan bahwa keterbatasan akses transportasi menjadi hambatan utama dalam pelayanan kesehatan. Kondisi ini terutama dirasakan ketika tenaga medis harus merujuk pasien ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih lengkap.
Menurutnya, akses penerbangan dari distrik sering tidak tersedia sehingga proses rujukan pasien menjadi terhambat. Dalam beberapa kondisi, tenaga kesehatan harus mencari alternatif rujukan ke kabupaten lain yang lebih dekat.
“Kami sering mengalami pasien yang harus dirujuk, tetapi tidak bisa terbang karena akses penerbangan terbatas,” ujar Hose, Minggu 8 Maret 2026.
Ia menambahkan, jika penerbangan tidak tersedia, tenaga kesehatan harus mencari rujukan ke wilayah lain seperti Kabupaten Mappi. Namun langkah tersebut juga tidak selalu mudah, karena keterbatasan sarana transportasi.
Selain itu, tenaga kesehatan juga membutuhkan kendaraan operasional untuk menunjang pelayanan kesehatan. Ambulans dinilai sangat penting, untuk mempercepat proses evakuasi dan rujukan pasien.
Hose juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang belum sepenuhnya terhubung ke Distrik Yaniruma. Masih terdapat sekitar enam kilometer jalan yang belum tembus sehingga menghambat mobilitas masyarakat dan tenaga kesehatan.
Ia berharap pemerintah provinsi dapat memberikan perhatian terhadap pembangunan bandara distrik, penyediaan ambulans, serta peningkatan infrastruktur jalan. Dengan dukungan tersebut, pelayanan kesehatan di wilayah terpencil diharapkan dapat berjalan lebih baik.