Mengenal Tari Pakarena, Tarian Klasik Khas Sulawesi Selatan
- 06 Mar 2026 15:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Tari Pakarena merupakan salah satu tarian klasik paling terkenal yang berasal dari wilayah Sulawesi Selatan. Tarian tradisional Nusantara ini berkembang dalam budaya masyarakat Gowa, Takalar, Jeneponto, hingga Bulukumba dengan sejarah unik.
Dilansir dari laman Indonesia Kaya, Tari Pakarena termasuk dalam lima tarian klasik Sulawesi Selatan yang paling populer. Tarian ini tumbuh dan berkembang dalam tradisi masyarakat di wilayah Gowa, Takalar, Jeneponto, serta Bulukumba.
Sejarah Tari Pakarena berkaitan dengan kisah turunnya puteri kayangan yang dipercaya masyarakat Gowa pada masa lampau. Para puteri tersebut diyakini datang ke bumi untuk mengajarkan perempuan tentang keterampilan kewanitaan seperti berhias dan menenun.
Nilai ajaran tersebut tercermin melalui beberapa gerakan khas dalam Tari Pakarena yang memiliki makna tertentu. Contohnya gerakan sanrobeja dan angani yang menggambarkan aktivitas perempuan ketika berhias maupun menenun dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pementasan tradisional, Tari Pakarena biasanya dibawakan oleh para penari perempuan yang berdiri membentuk dua barisan. Setiap barisan umumnya terdiri dari tiga hingga lima penari yang menampilkan gerakan secara serempak.
Seiring perkembangan zaman, jumlah penari tidak lagi menjadi aturan baku dalam pertunjukan Tari Pakarena. Dalam pertunjukan modern, jumlah penari biasanya disesuaikan dengan ukuran panggung atau konsep pementasan yang digunakan.
Meski jumlah penari dapat berubah, terdapat satu peran penting yang tetap dipertahankan dalam pertunjukan Tari Pakarena. Peran tersebut adalah punggawa pakarena, yaitu penari yang bertugas memimpin tarian sambil memukul genrang sepanjang pertunjukan.
Dari segi kostum, para penari biasanya mengenakan baju bodo berwarna merah yang dipadukan berbagai aksesori tradisional. Aksesori tersebut meliputi tokeng sebagai kalung, bangkara sebagai anting, serta karro-karro tedong berbentuk gelang.
Pertunjukan Tari Pakarena juga diiringi musik dinamis dari genrang serta alat musik tradisional seperti puik-puik dan sia-sia. Meskipun irama musiknya kuat dan menghentak, gerakan para penari tetap lembut, luwes, dan menggambarkan karakter perempuan Bugis.