Waspada! Tips Hindari Tertipu Buaya Darat
- 26 Feb 2026 10:26 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Maraknya kasus penipuan asmara atau investasi online membuat masyarakat perlu lebih waspada terhadap modus buaya darat. Korban kerap tergiur oleh janji manis, tetapi akhirnya kehilangan uang atau hati.
Menurut pakar psikologi, buaya darat memanfaatkan rasa kesepian dan kepercayaan korban. Mereka biasanya tampak ramah, perhatian, dan cepat membangun kedekatan. "Kunci utama adalah tetap skeptis dan tidak terburu-buru percaya," ujar psikolog Dr. Sinta Pramesti.
Salah satu modus yang sering ditemui adalah janji cinta cepat lewat aplikasi kencan. Pelaku kerap meminta uang untuk kebutuhan darurat, tiket perjalanan, atau hadiah mahal. Korban yang emosional biasanya lebih mudah terjebak.
Selain itu, penipuan investasi online juga menjadi favorit buaya darat. Mereka menawarkan peluang keuntungan tinggi dalam waktu singkat dengan bukti palsu dan testimoni rekayasa. Masyarakat diminta meneliti dan memverifikasi informasi sebelum mengirim uang.
Ahli keamanan digital, Andi Rahmat, menekankan pentingnya memeriksa identitas lawan bicara. "Cek foto, nomor telepon, dan media sosial. Jika ada ketidaksesuaian, jangan lanjutkan komunikasi," katanya.
Para korban disarankan untuk tidak menuruti tekanan emosional dan selalu berdiskusi dengan teman atau keluarga sebelum mengambil keputusan finansial atau pribadi. Hal ini bisa meminimalkan risiko penipuan.
Pemerintah dan platform aplikasi kencan juga mulai meningkatkan edukasi dan fitur keamanan. Beberapa aplikasi menambahkan verifikasi identitas dan fitur pelaporan penipuan untuk melindungi pengguna.
Kesimpulannya, kewaspadaan, pengecekan fakta, dan komunikasi terbuka adalah senjata utama agar tidak tertipu buaya darat. Selalu ingat, janji manis yang terlalu cepat dan meminta uang adalah tanda bahaya. (SVD)