Lebaran Era Digital, "Antara Silaturahmi, dan Story"
- 11 Mar 2026 09:28 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi- Lebaran selalu identik dengan silaturahmi, saling berkunjung, dan momen kebersamaan keluarga. Namun di era digital, suasana itu kini berdampingan dengan notifikasi, kamera ponsel, dan unggahan story yang hampir tak berhenti. Bagi Gen Z, Lebaran bukan hanya perayaan tradisi, tetapi juga momen yang hadir di dunia nyata dan dunia maya sekaligus.
Setiap momen kini terasa “perlu diabadikan”. Dari foto keluarga, outfit Lebaran, hingga hidangan khas seperti ketupat dan opor, semuanya berpotensi masuk ke media sosial. Ada kesenangan tersendiri ketika bisa berbagi kebahagiaan dengan teman-teman secara online.
Namun di sisi lain, muncul pertanyaan: apakah kita benar-benar menikmati momennya, atau lebih fokus pada kontennya? Silaturahmi yang dulu penuh percakapan hangat, kini kadang diselingi sesi foto dan scrolling timeline.
Meski begitu, teknologi sebenarnya tidak selalu mengurangi makna. Video call membantu tetap terhubung dengan keluarga jauh, pesan digital memudahkan saling memaafkan, dan media sosial bisa menjadi ruang berbagi kebahagiaan.
Pada akhirnya, Lebaran di era digital bukan soal memilih antara tradisi atau teknologi. Keduanya bisa berjalan berdampingan, selama esensinya tetap sama: hadir sepenuhnya, saling memaafkan, dan menjaga hubungan, bukan sekadar mempercantik story. (STP/YPA)