Museum Rendang, Warisan Kuliner Minangkabau yang Mendunia

  • 09 Mar 2026 13:18 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Rendang atau randang merupakan kuliner khas Ranah Minang yang telah dikenal luas hingga ke mancanegara. Cita rasanya yang kaya rempah serta proses memasaknya yang panjang menjadikan rendang tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga bagian penting dari warisan budaya masyarakat Minangkabau.

Selama ini masyarakat luas lebih mengenal rendang berbahan dasar daging sapi. Padahal, di Sumatera Barat terdapat berbagai jenis rendang yang diolah dari beragam bahan. Beberapa di antaranya seperti rendang pakis, rendang belut, rendang cempedak, rendang ayam, hingga rendang lokan. Keragaman tersebut menunjukkan kekayaan kuliner Minangkabau yang lahir dari kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan bahan-bahan lokal.

Untuk memperkenalkan kekayaan kuliner ini kepada masyarakat, di kawasan Museum Adityawarman terdapat Museum Randang yang menyajikan berbagai informasi dan edukasi mengenai rendang. Museum ini memberikan pengalaman belajar bagi pengunjung mengenai sejarah, proses pembuatan, hingga ragam jenis rendang yang ada di Sumatera Barat.

Di museum tersebut, pengunjung dapat mengetahui sejarah rendang sebagai salah satu warisan budaya Minangkabau yang sejak dahulu menjadi bekal para perantau karena daya tahannya yang lama. Selain itu, museum juga menampilkan replika berbagai jenis rendang dari seluruh wilayah Sumatera Barat lengkap dengan bumbu dan rempah yang digunakan dalam proses memasaknya.

Tidak hanya itu, museum juga memperlihatkan berbagai peralatan tradisional yang digunakan dalam proses marandang, seperti kuali besar dan alat pengaduk khas yang digunakan untuk memasak rendang dalam waktu yang cukup lama. Melalui pameran tersebut, pengunjung dapat memahami bahwa pembuatan rendang memerlukan kesabaran, ketelatenan, serta kekompakan dalam proses memasaknya.

Museum Randang juga menghadirkan konsep “jelajah rasa”, di mana pengunjung dapat mengenal berbagai variasi rendang yang ada, mulai dari rendang daging, ayam, hingga rendang hati. Hal ini memberikan gambaran bahwa rendang memiliki banyak ragam olahan yang berkembang di tengah masyarakat Minangkabau.

Selain mengunjungi Museum Randang, para pecinta kuliner juga dapat mendatangi Kampung Rendang Payakumbuh yang menjadi salah satu sentra produksi rendang di Sumatera Barat. Kampung ini dikenal sebagai pusat produksi berbagai jenis rendang yang dihasilkan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Keberadaan Kampung Rendang tidak hanya memperkuat identitas kuliner Minangkabau, tetapi juga menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat setempat. Berbagai produk rendang dari daerah ini bahkan telah dipasarkan hingga ke berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara.

Dengan adanya museum dan sentra produksi rendang tersebut, diharapkan masyarakat dapat semakin mengenal dan menghargai rendang bukan hanya sebagai hidangan lezat, tetapi juga sebagai warisan budaya yang patut dilestarikan. (ER/YPA)

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita