Bukittinggi Heritage Game, Seru-seruan Sambil Belajar Sejarah

  • 11 Feb 2026 11:49 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Bukittinggi Kota Perjuangan Heritage Game sukses digelar pada Minggu, 8 Februari 2026, di kawasan pedestrian Jam Gadang Bukittinggi. Seratus peserta ikut memeriahkan kegiatan wisata jalan kaki sambil olahraga dan belajar mengenali seluk-beluk kota yang dikemas dalam tajuk permainan pusaka (heritage game).

Permainan dimulai dari Jam Gadang dan peserta sesuai kelompok akan menyebar beberapa simbol-simbol perjuangan, antara lain Los Saudagar, Tugu Monumen Tuanku Imam Bonjol, Tugu Perjuangan Rakyat Kamang 1908, Museum Perjuangan Tri Daya Eka Dharma, Taman Monumen Proklamator Bung Hatta, Museum RRI Bukittinggi, dan Tugu Pahlawan Tak Dikenal. Peserta juga melewati beberapa tangga penghubung Pasar Atas dan daerah sekitarnya, yaitu Janjang Pasanggrahan, Janjang Minang, dan Janjang Gudang. Lalu, kembali ke Jam Gadang.

Ketua pelaksana, Faisal Zulfi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan pengembangan dan penyempurnaan dari kegiatan-kegiatan wisata jalan kaki terdahulu yang sudah dimulai sejak empat tahun terakhir.

"Dengan konsep permainan yang baru ini, wisata jalan kaki dengan pemandu yang terbatas maksimal 25 orang bisa diperbesar menjadi 100 orang, bahkan 1.000 orang, dengan jangkauan area permainan yang lebih luas. Untuk awal, kita mengangkat tema Bukittinggi Kota Perjuangan", ungkapnya.


Tim Sabai Nan Aluih, salah satu kelompok yang berpartisipasi di kegiatan Bukittinggi Kota Perjuangan Heritage Game (Foto: Ihsan Rizal)

Kegiatan ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Bukittinggi, yang tahun ini bertepatan merayakan 100 Tahun Jam Gadang, serta branding Kota Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan.

Bukittinggi dikenal sebagai Kota Perjuangan karena perannya yang vital dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, terutama sebagai ibukota Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada 19 Desember 1948. Sebagai tempat kelahiran tokoh bangsa seperti Mohammad Hatta, kota ini menjadi pusat perlawanan terhada Belanda saat Yogyakarta jatuh.

Qesi Kasiak, salah satu peserta, menyampaikan antusiasnya setelah mengikuti kegiatan ini.

"Ternyata seru juga ya, konsep olah raga digabungkan dengan wisata sejarah. Ditunggu kegiatan selanjutnya ya", tulis Qesi di laman instagramnnya.

Rekomendasi Berita