RSUD Bula Gelar Forum Komunikasi Publik, Ini Tujuannya
- 20 Nov 2025 17:50 WIB
- Bula
KBRN, Bula: RSUD Bula menggelar Forum Komunikasi Publik sebagai upaya memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta peningkatan mutu layanan kesehatan kepada masyarakat. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (20/11/2025) itu dibuka Wakil Bupati M. Miftah Thoha R Wattimena dan dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, organisasi profesi, hingga perwakilan masyarakat.
Plt. Direktur RSUD Bula, dr. Deny Suryana, Sp.PK, FISQua, mengatakan forum tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara rumah sakit dan masyarakat. Menurutnya, seluruh aspirasi yang masuk akan menjadi dasar perbaikan pelayanan.
“Forum ini kami selenggarakan sebagai ruang dialog terbuka antara rumah sakit dan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa setiap masukan, kritik, dan harapan masyarakat dapat langsung kami dengar dan tindak lanjuti. RSUD Bula adalah milik masyarakat, sehingga perbaikan pelayanan harus dilakukan secara bersama-sama,” ujar dr. Deny.
Dalam forum tersebut, RSUD Bula memaparkan berbagai capaian selama setahun terakhir, termasuk peningkatan layanan, kehadiran sejumlah dokter spesialis baru, perbaikan fasilitas, serta langkah transformasi menuju Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Rumah sakit juga menyoroti sejumlah program kolaboratif, seperti pelayanan gratis bagi warga ber-KTP SBT, operasi katarak, hingga penguatan layanan gawat darurat.
dr. Deny menegaskan bahwa seluruh masukan dari peserta forum tidak akan berhenti pada diskusi semata. “Kami tidak berhenti pada diskusi. Semua keluhan dan saran akan menjadi dasar perbaikan, terutama pada aspek kecepatan pelayanan, ketersediaan obat, komunikasi klinis, dan kenyamanan pasien,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah, DPRD, organisasi profesi, dan seluruh tamu undangan yang terus mendukung pengembangan RSUD Bula.
“Kami berkomitmen menjadikan RSUD Bula sebagai rumah sakit yang aman, profesional, dan semakin dipercaya masyarakat. Dengan dukungan semua pihak, kami optimis pelayanan kesehatan di Seram Bagian Timur akan terus meningkat,” tutupnya.